Hasil koordinasi tersebut memutuskan agar jenazah segera diterbangkan ke Yogyakarta.

Gregorius diketahui selain berprofesi sebagai arsitek profesional, juga bekerja sebagai salah satu dosen pada Program Studi Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Candra mengungkapkan bahwa Gregorius memiliki riwayat hipertensi. Ia juga menyebut Gregorius bersama rekan-rekannya sempat begadang pada Sabtu malam untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan setelah tiba di Tondong Belang.

Namun, Candra menegaskan bahwa penyebab pasti meninggalnya Gregorius belum diketahui.

“Apakah meninggalnya karena hipertensi itu, kita tidak tahu. Yang tahu pasti pihak rumah sakit, yang sempat melakukan penanganan,” jelas Candra.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Gregorius dan tim IAI yang telah membantu masyarakat terdampak gempa.

“Kami juga berterima kasih atas pengorbanan dari Almarhum bersama Tim IAI yang membantu menangani korban bencana gempa di Manggarai Barat,” ujar Pj Sekda Pius Baut.**