General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menegaskan bahwa pembangunan destinasi wisata tidak semata-mata berorientasi pada infrastruktur dan atraksi, melainkan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

“Kami ingin semakin banyak UMKM lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika. Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperkuat kualitas produk, meningkatkan kemampuan pemasaran digital, serta memperluas akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lainnya. Dengan demikian, manfaat ekonomi kawasan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Pari, Jum’at (12/6/2026).

Menurut dia, penguatan kapasitas UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan pembangunan pariwisata yang inklusif. Kehadiran UMKM yang kompetitif dinilai mampu memperbesar peluang masyarakat lokal untuk mengambil peran dalam ekosistem ekonomi kawasan wisata.

Saat ini, sejumlah UMKM binaan telah menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya adalah Kelompok Tani Hydroku yang berhasil menembus pasar kawasan wisata melalui pemasokan hasil pertanian hidroponik kepada tenant dan pelaku usaha kuliner di The Mandalika.