Perencanaan yang jelas, fasilitas pemilahan sampah yang memadai, serta pembagian tanggung jawab antarpihak berpotensi membantu mengurangi beban lingkungan selama kegiatan berlangsung.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menilai analisis dampak diperlukan untuk memahami manfaat festival sekaligus menentukan bagian yang perlu diperbaiki.

“Festival berbasis budaya seperti Festival Golo Koe memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat bagi daerah, tidak hanya melalui aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan, tetapi juga melalui pelestarian budaya serta keterlibatan masyarakat lokal,” kata Andy, Jum’at (16/10/2026).

Ia menambahkan, pengukuran dampak menjadi dasar agar penyelenggaraan event ke depan semakin terarah, memiliki perencanaan lebih baik, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta destinasi pariwisata Labuan Bajo dan Flores.

Festival Golo Koe 2026 merupakan salah satu agenda Karisma Event Nusantara (KEN) yang mengangkat kekayaan budaya, tradisi, dan religiusitas masyarakat Manggarai.