Andhy menambahkan bahwa Festival Golo Koe menjadi contoh pengembangan destinasi berbasis budaya yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, sehingga manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan secara lebih luas.

Mgr. Maksimus Apresiasi Kerukunan Lintas Agama

Dalam kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat, khususnya umat Muslim di Desa Nanga Lili yang ikut menyambut rombongan peziarah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahan yang kami rasakan hari ini. Pertemuan ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan kekeluargaan yang juga menjadi jiwa dari Festival Golo Koe 2026,” ujar Mgr. Maksimus.

Ia menilai semangat saling menghormati yang ditunjukkan masyarakat merupakan modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bersama.

“Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus berjalan bersama, saling menjaga, dan merawat kehidupan, sehingga nilai-nilai persaudaraan dan kekeluargaan yang diwariskan oleh para leluhur tetap hidup di tengah masyarakat kita,” katanya.