Menurut dia, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam perlindungan calon pekerja migran agar mereka dapat mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab.
Selain itu, tambah Fatinci peserta perlu memahami bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya soal peluang ekonomi, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya dan etos kerja yang berbeda.
Dalam program tersebut, sebanyak 41 peserta dinyatakan lolos seleksi awal. Mereka terdiri atas 36 peserta asal Manggarai Barat dan lima peserta dari luar daerah.
“Total yang mendaftar ada 41 orang, terdiri dari 36 dari wilayah Manggarai Barat dan lima dari luar Manggarai Barat. Yang hadir langsung hari ini untuk mendengar sosialisasi awal oleh perusahaan ada 10 orang, sembilan laki-laki dan satu perempuan, semuanya dari Labuan Bajo, Kecamatan Komodo,” ujar Fatinci.
Lima peserta dari luar Manggarai Barat masing-masing berasal dari Papua Selatan, Palembang, Bajawa, Manggarai Timur, dan Kabupaten Manggarai.





Tinggalkan Balasan