LABUANBAJOVOICE.COM – Turnamen Esport Kapolri Cup 2026 tingkat Kabupaten Manggarai Barat resmi dimulai di halaman Kantor Polres Manggarai Barat, Kampung Ujung, Labuan Bajo, Selasa, 23 Juni 2026.
Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 itu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menanamkan semangat sportivitas dalam dunia digital.
Turnamen ini diikuti oleh sejumlah tim esport yang bersaing memperebutkan gelar juara tingkat kabupaten. Tim terbaik nantinya akan mewakili Manggarai Barat pada kompetisi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, dengan peluang melaju ke tingkat nasional di Jakarta apabila berhasil menjadi juara.
Ketua Panitia Penyelenggara, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Mabes Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber.
“Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Polri ke-80. Selain itu, ini merupakan perintah dari Mabes Polri melalui Direktur Siber untuk menggandeng anak-anak muda agar bisa berkontribusi dalam tugas kepolisian, khususnya dalam menangkal berbagai kejahatan di bidang siber,” kata AKP Lufthi saat menyampaikan laporan pembukaan kegiatan.
Menurut dia, peserta yang diakomodasi dalam kompetisi ini merupakan kalangan muda berusia 16 hingga 22 tahun. Kelompok usia tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan teknologi digital sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ruang siber yang sehat dan aman.
AKP Lufthi menyebutkan, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp3,5 juta. Juara pertama akan memperoleh hadiah Rp2 juta, juara kedua Rp1 juta, dan juara ketiga Rp500 ribu. Selain uang pembinaan, para pemenang juga mendapatkan voucher hadiah dari sponsor lokal.
“Kalau juara satu nanti akan kita kirim ke Kupang untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi. Jika kembali menjadi juara, maka berhak melaju ke Jakarta untuk mengikuti tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa total hadiah yang diperebutkan pada tingkat Provinsi NTT mencapai puluhan juta rupiah, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk tampil maksimal.
Pelaksanaan turnamen dirancang berlangsung dalam satu hari penuh, mulai sore hingga malam hari. Sistem pertandingan menggunakan skema gugur, dengan tim yang tidak hadir saat pertandingan dinyatakan kalah.
Dalam arahannya kepada peserta, AKP Lufthi menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan menghindari perilaku negatif yang sering muncul dalam kompetisi daring, seperti saling mengejek atau melakukan taunting secara berlebihan.
“Saya harapkan rekan-rekan semua menjunjung tinggi sportivitas. Hal yang paling sering terjadi dalam game adalah taunting kata-kata. Saya minta tolong sekali untuk menghindari itu. Kalian bertanding di kantor polisi, jadi harus tetap menjaga sikap dan etika,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat itu juga mengingatkan bahwa emosi yang tidak terkendali dapat memicu konflik di luar permainan dan merugikan semua pihak.
AKP Lufthi berharap turnamen serupa dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan dukungan hadiah yang lebih besar.
“Saya harap ini menjadi wadah bagi teman-teman untuk mengasah kemampuan. Kalau memang ingin berkarier di dunia game, silakan tekuni dengan baik. Mudah-mudahan ke depan ada turnamen lagi yang lebih besar dan pesertanya semakin banyak,” ujarnya.
Turnamen Kapolri Cup 2026 tingkat Kabupaten Manggarai Barat menjadi bukti bahwa olahraga elektronik kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda, pengembangan talenta digital, serta penguatan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi tantangan dunia siber yang terus berkembang.**





Tinggalkan Balasan