Endi menilai sektor pertanian tidak lagi bisa dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata.
Menurut dia, pertanian masa depan harus dipadukan dengan teknologi digital, inovasi pemasaran, hilirisasi produk, dan pola usaha modern agar menarik minat generasi muda.
Ia juga mengutip Ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus tahun 2015 untuk menekankan pentingnya pertobatan ekologis.
“Laudato Si mengingatkan kita untuk mencintai bumi karena bumi ini adalah rumah bersama. Semua kegiatan yang telah dilakukan ini bertujuan sebagai bagian konkret dari pertobatan ekologis. Ayo kita kampanyekan: mengkonsumsi pangan lokal sama dengan mencintai bumi, ayo kita bisa,” ajak Bupati.
Dalam kesempatan itu, Endi juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak yang dinilai berhasil menurunkan angka ketimpangan daerah dari 0,324 menjadi 0,317 pada 2025.
Bupati Manggarai Barat itu menyebut kontribusi program pendampingan mencapai 0,07 poin.
“Kolaborasi itu tidak hanya secarik tulisan yang ada dalam kertas, tapi kolaborasi yang hidup, berdenyut, dan berdampak nyata dalam peningkatan ekonomi rakyat. Kami sadari betul, 0,07 poin penurunan ketimpangan ini merupakan kontribusi dari teman-teman sekalian dengan total Rp31 miliar,” pungkas Bupati.






Tinggalkan Balasan