Namun, tambah dia, komposisi usia tenaga kerja pertanian dinilai belum ideal. Kalangan muda justru masih sedikit dibanding kelompok usia lanjut.

“Data sensus pertanian 2023 menunjukkan petani usia 19-39 tahun hanya 32,5%, sementara paling tinggi di usia 60-64 tahun mencapai 78%. Tentu ini menjadi refleksi panjang untuk pemerintah dan untuk kita sekalian. Maka kami dorong program hilirisasi,” tegas Endi.

Menurut Endi, sektor pertanian saat ini baru memberi kontribusi 1,56 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang secara agregat mencapai 5,82 persen pada 2025.

Bupati dua periode itu juga meyakini, jika generasi muda masuk dan mengembangkan inovasi di sektor ini, dampaknya akan signifikan bagi ekonomi daerah.

“Kalau saja anak-anak muda yang saat ini sudah didampingi menularkan kepada anak-anak muda lainnya, dalam keyakinan kami, pertumbuhan ekonomi kita tidak muluk-muluk di dua digit. Kalau kontribusi sektor ini naik ke 5%, yakin saya pertumbuhan ekonomi kita itu di angka paling jelek 12%,” ungkap Endi.