LABUANBAJOVOICE.COM — Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi melantik dan mengambil sumpah/janji 15 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Kamis, 7 Mei 2026.
Pelantikan berlangsung di Aula Setda Manggarai Barat dan menjadi bagian dari langkah reformasi birokrasi serta penataan organisasi pemerintahan daerah.
Pelantikan tersebut berdasarkan Lampiran Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor BKPSDMD.821/844/V/2026 tertanggal 5 Mei 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Pada kesempatan itu, Bupati Endi menegaskan proses mutasi dan rotasi pejabat dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, integritas, dan hasil evaluasi kinerja aparatur sipil negara.
“Jabatan yang saudara emban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pemerintah dan masyarakat tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Endi.
Ia menekankan, pejabat yang baru dilantik harus mampu menjaga persatuan internal birokrasi dan menghindari konflik yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.
“Tanpa kebersamaan di unit kerja yang kalian pimpin tidak akan mungkin sukses,” ujarnya.
Endi juga mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga tutur kata dan tidak memprovokasi lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Jaga mulut dan hindari provokasi, jaga tutur kata agar tidak saling membenci, merendahkan, dan memfitnah yang dapat mengganggu stabilitas,” katanya.
Rotasi pejabat kali ini tidak sekadar pergantian jabatan administratif. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan percepatan reformasi birokrasi, terutama penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik atau SPBE di seluruh organisasi perangkat daerah.
Endi menilai masih terdapat pelayanan publik yang berjalan manual sehingga memperlambat efektivitas pelayanan masyarakat.
“Saya percaya dengan ditunjuknya saudara-saudari di tempat masing-masing, maka sistem pelayanan berbasis elektronik ini kita laksanakan secara 100 persen,” ujarnya.
Menurut dia, transformasi birokrasi harus diikuti budaya kerja adaptif, inovatif, kolaboratif, dan responsif terhadap dinamika lokal maupun global, terutama karena Manggarai Barat kini menjadi salah satu daerah penyangga destinasi super prioritas nasional.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja nyata yang terukur.
“Kehadiran saudara-saudari yang baru dilantik bukan pembuat masalah. Jadilah pribadi yang diidolakan masyarakat, tetap tegas, tetap sejuk, dan menjadi pengayom bagi semua,” katanya.
Dalam arahannya, Endi memberi perhatian khusus terhadap sektor-sektor strategis yang dianggap menentukan masa depan Manggarai Barat, mulai dari pariwisata, kesehatan, ketahanan pangan hingga hilirisasi industri.
Dalam pidatonya, Endi juga memberi peringatan tegas bahwa jabatan bukan posisi permanen. Evaluasi terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama akan dilakukan secara berkala setiap enam bulan.
“Kalau dipandang perlu dirotasi atau sesuai penilaian kinerja tidak lagi menduduki jabatan ini, itu bukan keinginan saya atau wakil bupati, tetapi karena kinerja bapak ibu sekalian,” katanya.
Ia meminta seluruh pejabat berlomba menunjukkan prestasi dan meninggalkan ego sektoral dalam penyelesaian persoalan masyarakat.
“Tidak ada lagi ego sektoral. Kalau ada persoalan di dinas A maka dinas lain ikut menyelesaikan,” ujar Endi.
Menurut dia, kerja kolaboratif menjadi kunci percepatan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 15 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik dan mengalami rotasi jabatan yakni:
Ir. Oktavianus Andi Bona menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah;
Laurensius Y. Adikuinas Nabu menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah;
Aloisius Lahi menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;
Yohanes Hani menjadi Kepala Bappeda;
Adrianus Ojo menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian;
Fatinci Reynilda menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM;
Stefanus Jemsifori menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan;
drh. Theresia Primadona Asmon menjadi Kepala Dinas Kesehatan;
Petrus Antonius Rasyid menjadi Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan;
Tarsisius Gonza menjadi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan;
Gabriel Bagung menjadi Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan;
Drs. Salvador Pinto menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat;
Agustinus Gias menjadi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga;
Pius Baut menjadi Asisten Administrasi Umum;
Drs. David Edward Rego menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah.;
Pelantikan ini dipandang sebagai momentum penyegaran birokrasi di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik, pertumbuhan pariwisata, dan kebutuhan percepatan pembangunan daerah di Manggarai Barat.**






Tinggalkan Balasan