Pemandu lokal yang mendampingi rombongan menjadi saksi utama dalam kejadian tersebut dan langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar usai jembatan roboh.

Menurut Benediktus, secara kasat mata kondisi jembatan sebelumnya masih tampak layak digunakan. Kerusakan pada bagian penyangga bawah disebut tidak terlihat dari permukaan atas jembatan.

“Secara kasat mata jembatan masih layak dilintasi karena bagian penyangga yang usang tidak terlihat dari atas. Apalagi jembatan ini sudah pernah direnovasi pada tahun 2023,” katanya.

Ia menduga ambruknya jembatan dipicu oleh beban berlebih yang menyebabkan struktur penyangga patah.

“Kemungkinan karena beban berlebihan sehingga penyangganya patah,” tambahnya.

Kedua wisatawan asal Austria tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras saat terjatuh ke area bebatuan sungai.

Hingga Minggu sore, Tim SAR dari Pos SAR Labuan Bajo bersama aparat kepolisian masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. Jenazah korban rencananya dibawa ke RSUD Komodo untuk penanganan lebih lanjut.