LABUANBAJOVOICE.COM – Direktur Utama Perumda Air Minum Wae Mbeliling, Ponsianus Mato, mengungkapkan gangguan aliran air bersih di sejumlah wilayah pelayanan disebabkan pemeliharaan jaringan listrik (maintenance) oleh PT PLN.
Ponsi -panggilan akrab- Ponsianus menyampaikan, operasional Perumda Air Minum Wae Mbeliling diperkirakan kembali berjalan pada Kamis, 17 September 2026, pukul 17.00 WITA, setelah proses pemeliharaan kelistrikan PLN selesai.
“Km berapa hari terakhir kesulitan operasi PLN lagi mentenence. Info PLN sore jam 17.00 kita operasi lagi,” ujar Ponsi menanggapi, Kamis siang.
Ponsi menjelaskan, operasional pompa pada sistem produksi dan distribusi air Perumda bergantung pada tenaga listrik. Karena itu, pemeliharaan jaringan listrik PLN dapat memengaruhi kelancaran pasokan air bersih kepada pelanggan.
“Mengingat operasional pompa pada sistem produksi dan distribusi air Perumda menggunakan tenaga listrik, maka selama proses pemeliharaan berlangsung dapat terjadi gangguan maupun penurunan pasokan air sementara.” jelasnya.
Adapun wilayah yang terdampak gangguan pendistribusian air meliputi seluruh wilayah dalam kota Labuan Bajo, kawasan perhotelan utara dan selatan, Merombok, Nggorang, serta Kaper.
Pihak Perumda Air Minum Wae Mbeliling terus melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional dan berupaya memastikan pelayanan kembali normal setelah kondisi kelistrikan stabil.
Atas gangguan layanan air bersih yang berlangsung selama pekan ini, Ponsi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pelanggan yang terdampak.
“Perumda Air Minum Wae Mbeliling menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan layanan air bersih yang terjadi selama minggu ini.” ujarnya.
Permohonan maaf tersebut disampaikan seiring upaya perusahaan daerah memastikan pemulihan distribusi air bersih setelah pemeliharaan listrik PLN berakhir.
Warga Merombok Keluhkan Air Belum Mengalir
Sebelumnya, warga Kampung Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mengeluhkan aliran air minum yang belum kembali normal setelah pekerjaan perbaikan jaringan pipa GIP 2.
Siti, warga setempat, mengatakan pekerjaan perbaikan jaringan pipa berlangsung sejak Senin hingga Selasa, 14–15 September 2026. Namun, hingga Kamis, 17 September 2026, aliran air belum kembali mengalir.
“Perbaikan jaringan pipa sudah dilakukan sejak Senin sampai Selasa, tapi kenapa airnya hingga hari ini tidak keluar juga. Kami berharap ada penjelasan dari Perumda Air Minum Wae Mbeliling,” kata Siti.
Menurut Siti, kondisi tersebut mulai menyulitkan warga karena persediaan air yang dimiliki telah habis. Air bersih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
“Stok air warga disini sudah tidak ada lagi. Kami sangat membutuhkan air, bukan hanya untuk minum, tetapi juga untuk memasak, mencuci, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujar Siti.
Keluhan warga tersebut menyoroti pentingnya kepastian informasi dan pemulihan layanan air bersih, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada jaringan perpipaan Perumda Air Minum Wae Mbeliling untuk memenuhi kebutuhan dasar.**





Tinggalkan Balasan