LABUANBAJOVOICE.COM – Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hariyanto, menilai program Weekend at Parapuar (WAP) yang digelar Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menjadi contoh nyata penguatan atraksi wisata darat di Labuan Bajo.
Pernyataan itu disampaikan Hariyanto saat menghadiri Weekend at Parapuar Vol. 3 di Natas Parapuar, Sabtu (25/4/2026).
Menurut dia, ruang publik yang dihidupkan melalui kekuatan budaya lokal akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, sekaligus memperluas pilihan destinasi di luar wisata laut.
“Kegiatan seperti Weekend at Parapuar ini sejalan dengan strategi yang dikembangkan pemerintah untuk penguatan atraksi dan daya tarik wisata di “mainlad“, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana ruang publik dapat dihidupkan melalui kekuatan budaya lokal,” kata Hariyanto.
Ia menegaskan, pembangunan sektor pariwisata saat ini tidak cukup hanya bertumpu pada keindahan alam.
Destinasi juga, kata dia, perlu menghadirkan pengalaman budaya, interaksi sosial, dan ruang publik yang aktif agar wisatawan memiliki alasan tinggal lebih lama.
“Ini bukan hanya atraksi wisata, tetapi juga sarana pelestarian identitas budaya yang sangat penting untuk terus dijaga dan dikembangkan,” tambahnya.
Menurut Hariyanto, model pengembangan seperti Weekend at Parapuar penting bagi masa depan Labuan Bajo. Selama ini kawasan tersebut dikenal luas sebagai pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo.
Namun ke depan, tambah dia, wisata darat berbasis budaya dan komunitas perlu diperkuat agar manfaat ekonomi lebih merata bagi masyarakat lokal.
Kegiatan WAP Vol. 3 menampilkan ragam seni budaya Manggarai, mulai dari Tari Tiba Meka, Molas Congka Sae, Rangkuk Alu, Tari Dende, hingga pertunjukan musik tradisional Takitu. Sekitar 50 pengunjung hadir menikmati suasana sore di kawasan Parapuar.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyebut program tersebut akan terus dikembangkan sebagai panggung kreatif bagi komunitas lokal dan sarana promosi budaya daerah.
“Kami ingin Weekend at Parapuar menjadi panggung bagi komunitas lokal untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai kepada masyarakat luas,” ujarnya.
“Ini adalah langkah konkret dalam mendorong pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan,” tambah Andy.
Jika konsisten dijalankan, Parapuar berpotensi tumbuh sebagai pusat wisata budaya baru yang melengkapi dominasi wisata bahari.**






Tinggalkan Balasan