“Saya mengapresiasi semangat masyarakat Kampung Buruk. Semua turun bekerja bersama. Ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat bersatu, persoalan yang selama ini menjadi keluhan dapat mulai diselesaikan secara bersama-sama,” katanya.

Warga berharap perbaikan sementara yang dilakukan secara swadaya tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga pembangunan jalan menuju Kampung Buruk dapat dilanjutkan secara menyeluruh pada masa mendatang.

Bagi masyarakat setempat, akses jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut mobilitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas sosial sehari-hari.

Gotong royong yang dipimpin Charles Gahang itu menjadi simbol kolaborasi antara wakil rakyat, masyarakat, dan pihak swasta dalam menjawab kebutuhan mendesak warga yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan.**