Menurut Charles, kegiatan itu tidak hanya mengandalkan partisipasi masyarakat, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak yang turut membantu menyediakan material bangunan.
“Selain bantuan dari saya, ada bantuan semen dan kerikil juga dari pengusaha. Bantuan itu merupakan hasil komunikasi yang saya bangun bersama beberapa pihak yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat Kampung Buruk,” ujarnya.
Selain itu, warga yang memiliki dump truk memberikan kontribusi berupa pasir yang diangkut menggunakan kendaraan milik mereka sendiri, dan juga masyarakat lain bantu berupa semen untuk mendukung proses pengecoran jalan.
Keterlibatan masyarakat terlihat sangat kuat selama proses pekerjaan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan turun langsung mengerjakan pengecoran, pengangkutan material, hingga penyediaan konsumsi bagi para pekerja.
Anggota DPRD asal daerah pemilihan (Dapil) III itu menilai, semangat gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan di kampung mereka.





Tinggalkan Balasan