Revitalisasi tersebut diharapkan membantu menjaga keberadaan rumah adat sebagai bagian dari warisan arsitektur tradisional dan identitas budaya masyarakat setempat.

Dalam pelestarian rumah adat, pembangunan fisik perlu berjalan bersama upaya menjaga pengetahuan mengenai bentuk bangunan, nilai tradisi, dan keterlibatan komunitas yang mewarisinya.

Yori Antar dikenal sebagai arsitek yang aktif mendorong pelestarian arsitektur tradisional Nusantara melalui gerakan Rumah Asuh.

Kiprahnya dalam mendukung pembangunan kembali rumah adat dan melibatkan masyarakat setempat menjadi salah satu rujukan dalam upaya menjaga keberlanjutan warisan arsitektur Indonesia.

Dukungan bagi rumah adat di Wologeru diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan yang tertata, tetapi juga memperkuat kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Dukungan bagi rumah tenun dan rumah adat tersebut disampaikan dalam rangkaian Camino de Flores Etape Tengah yang resmi berakhir pada Senin, 26 Oktober 2026.