“Tantangan pembangunan yang kita hadapi saat ini semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Transformasi ekonomi membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Dalam konsep GEMA MABAR, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pengarah kebijakan. Sementara masyarakat, Gereja, dan berbagai lembaga menjadi aktor utama yang menggerakkan perubahan di tingkat akar rumput.
Bupati juga menekankan bahwa arah pembangunan Manggarai Barat ke depan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut terhubung langsung dengan sumber penghidupan masyarakat.
“Jika selama ini fokus pembangunan lebih banyak diarahkan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi, maka tantangan pembangunan ke depan adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin terhubung dengan sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Endi, transformasi ekonomi daerah harus dibangun melalui penguatan keterkaitan antara pasar yang tumbuh, produksi lokal, ekonomi rakyat, dan kelembagaan masyarakat agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.





Tinggalkan Balasan