Agenda pertama adalah memperkuat sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Agenda kedua adalah meningkatkan kapasitas produksi lokal agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Selanjutnya, pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan agar manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, tetapi menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sementara agenda keempat berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
“Pariwisata menciptakan pasar, produksi lokal memenuhi kebutuhan pasar, ekonomi kerakyatan memperluas manfaatnya bagi masyarakat, sementara SDM dan kelembagaan menjadi fondasi yang memastikan seluruh proses tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Endi.
Ia menilai tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks dan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah.
Karena itu, keterlibatan aktif Gereja, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, media massa, komunitas warga, hingga dunia usaha menjadi kebutuhan yang mendesak.





Tinggalkan Balasan