LABUANBAJOVOICE.COM – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghadirkan terobosan baru untuk mengatasi persoalan sampah di Labuan Bajo.
Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah menggelar sayembara dengan hadiah Rp10 juta bagi masyarakat yang berhasil mengungkap identitas pelaku pembuangan sampah sembarangan.
Gagasan tersebut disampaikan Bupati Edistasius Endi saat memberikan arahan dalam Apel Kekuatan di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (2/11/2026) pagi.
Menurut Bupati yang akrab disapa Endi itu, persoalan sampah tidak cukup ditangani melalui pendekatan konvensional, seperti memasang papan larangan membuang sampah di sejumlah lokasi.
Ia menilai, diperlukan langkah yang lebih kreatif dan inovatif agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku.
Karena itu, Bupati Edi meminta DLH mempertimbangkan mekanisme penghargaan bagi masyarakat yang mampu memberikan informasi valid mengenai identitas pelaku pembuangan sampah sembarangan, disertai bukti pendukung.
“Coba buat sayembara atau sejenisnya. Misalnya, kalau ada masyarakat yang berhasil mengungkap identitas pembuang sampah di sembarang tempat, lengkap dengan bukti, diberi hadiah Rp10 juta. Siapkan juga dendanya yang sepadan. Sebab tanda larang itu orang tidak akan jera,” ujarnya.
Selain menawarkan skema sayembara, Bupati Edi juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah pada malam hari di sejumlah lokasi.
Menurutnya, praktik tersebut membutuhkan pengawasan lebih jeli dan strategi penanganan yang tepat agar pelaku tidak terus mengulangi perbuatannya.
Ia meminta DLH tidak hanya bergantung pada pola penanganan yang selama ini diterapkan, tetapi mulai mengembangkan pendekatan yang mampu mendorong keterlibatan masyarakat.
Bupati Endi menegaskan, inovasi dalam menangani persoalan sampah seharusnya tumbuh dari kesadaran bersama, bukan semata-mata menunggu instruksi pemerintah.
“Hal ini tidak perlu diberitahu, harus tumbuh dan lahir dari kita sendiri. Coba dicek, ada sampah-sampah yang dibuang malam hari di beberapa tempat. Maka kita harus lebih kreatif, lebih jeli,” tegasnya.
Ia berharap, penanganan sampah di Manggarai Barat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui DLH, tetapi juga berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu membangun budaya disiplin dalam pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Nusa Tenggara Timur.**





Tinggalkan Balasan