Berita

Bupati Edi Usulkan Pembentukan Pos Pelayan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kepada Menteri BP2MI

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi temui Menteri BP2MI

LABUANBAJOVOICE.COM – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE, secara langsung menyerahkan usulan pembentukan Pos Pelayan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding.

Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Gedung BP2MI, Jakarta, pada Senin (17/03/2025). Audiensi ini turut dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT.

P4MI merupakan unit organisasi nonstruktural yang bertugas melaksanakan sebagian atau seluruh tugas pelindungan PMI. Tujuan utama pembentukan P4MI adalah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja domestik Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global serta memanfaatkan peluang kerja di luar negeri secara legal dan aman.

Bupati Edi menjelaskan bahwa sebelumnya, peran serupa pernah dijalankan oleh Asosiasi Pengelola Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia Luar Negeri (AP2TKILN) yang aktif di Manggarai Barat pada 2009 hingga 2017, namun saat ini sudah tidak lagi beroperasi. Oleh karena itu, ia menilai bahwa reaktivasi P4MI sangat penting mengingat tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri.

“Labuan Bajo saat ini menjadi pintu masuk strategis bagi berbagai kepentingan, baik wisata maupun urusan pekerjaan. Dengan meningkatnya aksesibilitas penerbangan internasional dari Bandara Komodo, minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri pun semakin tinggi,” ujar Bupati Edi.

Menurut data yang diperoleh dari BP3MI, terdapat 3 orang pekerja migran asal Manggarai Barat. Namun, berdasarkan data dari BP2MI Manggarai Barat, jumlah PMI pada tahun 2022 mencapai 100 orang. Sementara itu, hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja menunjukkan bahwa jumlah pekerja migran asal Manggarai Barat sebenarnya mencapai 1.000 orang.

Bupati Edi menegaskan bahwa dengan status Bandara Komodo sebagai bandara internasional, yang melayani rute penerbangan Labuan Bajo-Kuala Lumpur, Labuan Bajo-Singapura (dibuka 20 Maret 2025), Labuan Bajo-Australia (dibuka Mei 2025), dan Labuan Bajo-Korea Selatan (dibuka Oktober 2025), jumlah pekerja migran asal Manggarai Barat maupun dari kabupaten lain di daratan Flores diprediksi akan terus meningkat.

Selain itu, fasilitas keimigrasian yang semakin maksimal serta keberadaan balai latihan kerja (BLK) yang aktif dan representatif turut mendorong semakin banyaknya calon tenaga kerja yang siap bekerja ke luar negeri.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Edi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah melakukan langkah konkret dalam mendukung pengiriman tenaga kerja yang legal dan profesional.

“Tahun lalu, saya telah menandatangani MoU pengiriman tenaga kerja ke Malaysia dan Jepang. Saat ini, kami sedang memproses pengiriman 100 tenaga kerja ke Malaysia, yang akan bekerja di perusahaan swasta dan BUMN di Sarawak. Mereka saat ini sedang menjalani pelatihan soft skill, dengan pendampingan dari tokoh-tokoh agama,” ungkap Bupati Edi.

Selain itu, terdapat 5 orang tenaga kerja asal Manggarai Barat yang sedang menjalani pelatihan untuk bekerja di sektor pariwisata di Turki.

Dengan meningkatnya animo masyarakat untuk bekerja di luar negeri, Bupati Edi menegaskan bahwa P4MI di Labuan Bajo harus segera diaktifkan kembali untuk memastikan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki administrasi yang lengkap dan kemampuan yang mumpuni sebelum diberangkatkan.

“Sebagai Bupati Manggarai Barat, saya memiliki kewajiban moral untuk mengusulkan pembentukan P4MI ini. Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk memastikan bahwa pekerja migran yang berangkat adalah pekerja legal dan memiliki dokumen yang lengkap,” tegasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri P2MI/Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan P4MI di Labuan Bajo.

“Usulan ini sangat urgen, mengingat tingginya jumlah tenaga kerja yang berminat bekerja di luar negeri. P4MI akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kemampuan pekerja migran serta memastikan perlindungan mereka selama bekerja di luar negeri,” ujar Menteri Abdul Kadir Karding.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa pekerja migran mendapatkan pelatihan, perlindungan, serta akses ke pekerjaan yang layak di luar negeri.

Usulan pembentukan Pos Pelayan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Labuan Bajo merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa pekerja migran asal Manggarai Barat dan sekitarnya memiliki persiapan yang matang sebelum bekerja di luar negeri.

Pemerintah daerah, melalui kepemimpinan Bupati Edistasius Endi, menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pekerja migran dan memastikan legalitas serta profesionalisme mereka.

Dukungan dari Menteri P2MI/Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding, semakin memperkuat peluang realisasi P4MI di Labuan Bajo.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga pelatihan tenaga kerja, diharapkan pekerja migran Indonesia dapat bekerja secara aman, sejahtera, dan berdaya saing di kancah global.

Penulis: Hamid

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://t.me/labuanbajovoice
Back to top button
error: Content is protected !!