Lebih lanjut, ia katakan beberapa lokasi yang diketahui menjadi sebaran satwa tersebut antara lain kawasan Sungai Nanga Nae, pesisir Gorontalo di belakang Hotel Jayakarta, hingga kawasan mangrove Desa Golo Sepang.
“Buaya muara merupakan salah satu satwa liar yang secara alami terdapat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Di Manggarai Barat, sebarannya umumnya berada di wilayah pesisir, muara sungai, dan ekosistem mangrove,” ujarnya.
Hendrikus menegaskan, secara ekologis buaya muara merupakan predator puncak semiakuatik yang memiliki kemampuan berenang sangat jauh. Satwa ini dapat berpindah dari satu pulau ke pulau lain mengikuti perubahan habitat, ketersediaan pakan, maupun perilaku alaminya.
Bahkan, kata dia, berdasarkan kajian ilmiah, spesies tersebut diketahui mampu melakukan migrasi lintas perairan, termasuk dari wilayah Australia menuju kawasan Nusa Tenggara.
“Kemunculan individu di sekitar Strawberry Rock dan Pulau Kalong diduga merupakan bagian dari pergerakan alami satwa di luar habitat utamanya,” jelas Hendrikus.





Tinggalkan Balasan