LABUANBAJOVOICE.COM — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyerahkan donasi sebesar Rp20.330.000 untuk masyarakat terdampak Gempa Bumi Flores M 7,7 melalui Keuskupan Labuan Bajo, Selasa (22/9/2026).

Donasi tersebut berasal dari sebagian pemasukan penampilan Wizz Baker sebesar Rp20 juta dan hasil penjualan merchandise edisi khusus Picnic Over The Hill of Parapuar (POTHP) Volume 5 yang ditandatangani Wizz Baker sebesar Rp330 ribu.

Penyerahan donasi berlangsung di Sekretariat Karitas Keuskupan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Karitas Keuskupan Labuan Bajo.

Selain menyumbangkan sebagian pemasukan penampilannya, Wizz Baker turut mengajak pengunjung POTHP Volume 5 berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Pengunjung dapat berkontribusi melalui pembelian merchandise edisi khusus POTHP yang telah ditandatangani Wizz Baker.

Seluruh hasil penjualan merchandise tersebut kemudian didonasikan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi Flores.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Wizz Baker terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Donasi ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Wizz Baker untuk ikut meringankan beban keluarga yang terdampak gempa Flores. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Andhy saat menyerahkan donasi di Ruangan Karitas Keuskupan Labuan Bajo.

Donasi tersebut diterima langsung oleh RD Rikardus Mangu selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo dan RD Yuvens Rugi selaku Ketua Tim Karitas Keuskupan Labuan Bajo.

RD Rikar Mangu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPOLBF dan Wizz Baker atas kepedulian serta dukungan yang diberikan bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPOLBF yang telah beberapa kali hadir membantu masyarakat dalam situasi kebencanaan dan kedaruratan melalui Karitas Keuskupan Labuan Bajo.

“Kami juga mengapresiasi Wizz Baker yang turut menunjukkan kepedulian kepada masyarakat terdampak gempa Flores. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat berarti bagi masyarakat,” ujar RD Rikar.

Ketua Tim Karitas Keuskupan Labuan Bajo, RD Yuvens Rugi, menjelaskan bantuan yang diterima tidak langsung disalurkan secara umum, tetapi akan disesuaikan dengan data kebutuhan masyarakat yang telah dihimpun melalui paroki-paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo.

“Untuk tahap saat ini, bantuan lebih difokuskan pada kebutuhan dasar seperti selimut, karpet, dan terpal. Sementara bantuan sembako, khususnya beras, akan disalurkan secara bertahap mulai Oktober hingga Desember, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas RD Yuvens.

Menurut RD Yuvens, pemetaan kebutuhan melalui paroki menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga mengapresiasi pendekatan BPOLBF yang mengemas kepedulian sosial melalui kegiatan kreatif dalam rangkaian POTHP Volume 5.

“Kami mengapresiasi cara BPOLBF mengemas kepedulian tersebut melalui kegiatan yang kreatif. Melalui event, dukungan kepada masyarakat terdampak tetap dapat diberikan sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Karitas Keuskupan Labuan Bajo saat ini berfokus pada sejumlah kebutuhan masyarakat terdampak, meliputi penyediaan bantuan dan pangan, dukungan kesehatan, serta pemulihan ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPOLBF, agar bantuan dapat disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bantuan dari Wizz Baker yang dihimpun melalui kegiatan POTHP Volume 5 tersebut menjadi bagian dari dukungan bersama untuk membantu masyarakat terdampak Gempa Bumi Flores M 7,7 sekaligus mempertemukan aktivitas kreatif dengan kepedulian kemanusiaan.**