LABUANBAJOVOCE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyambut positif pembukaan kembali rute penerbangan langsung Makassar–Labuan Bajo oleh Wings Air yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 19 Juli 2026.
Rute tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata di Pulau Flores.
Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andy M. T. Marpaung, kepada media pada Senin, 13 Juli 2026, menanggapi kepastian pembukaan rute langsung Makassar–Labuan Bajo yang sebelumnya diumumkan oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo, Ceppy Triono.
Sebelumnya, UPBU Kelas II Komodo memastikan Wings Air akan melayani penerbangan langsung Makassar–Labuan Bajo pulang-pergi (PP) sebanyak empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, dengan penerbangan perdana pada Minggu, 19 Juli 2026.
Andy mengatakan, hadirnya kembali penerbangan langsung dari Makassar menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata, dunia usaha, dan masyarakat karena semakin mempermudah akses menuju Labuan Bajo tanpa harus transit.
“BPOLBF menyambut baik dibukanya rute penerbangan langsung Makassar–Labuan Bajo. Kehadiran rute ini merupakan langkah positif dalam memperkuat konektivitas menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo sekaligus mempermudah mobilitas wisatawan maupun masyarakat,” ujar Andy.
BPOLBF menilai rute Makassar–Labuan Bajo memiliki nilai strategis karena Makassar merupakan salah satu pusat konektivitas penerbangan terbesar di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Andy, keberadaan penerbangan langsung akan memperluas jangkauan wisatawan domestik, khususnya dari wilayah timur Indonesia, menuju Labuan Bajo dan berbagai destinasi wisata di Pulau Flores.
“Rute ini sangat strategis karena Makassar merupakan salah satu hub penerbangan di kawasan Indonesia Timur. Hal ini juga didukung dari hasil Survei Preferensi Pasar yang dilakukan BPOLBF pada tahun 2024, di mana minat wisatawan domestik asal Indonesia Timur cukup tinggi,” katanya.
Lebih jauh, Andy menjelaskan konektivitas yang semakin baik akan memperluas akses wisatawan menuju Labuan Bajo dan mendorong penyebaran manfaat pariwisata ke berbagai destinasi di Pulau Flores.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penguatan jaringan penerbangan tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan ke Labuan Bajo, tetapi juga berpotensi memperluas lama tinggal wisatawan melalui perjalanan ke destinasi lain di Flores.
BPOLBF optimistis pembukaan rute baru tersebut akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan jumlah wisatawan. Namun demikian, peningkatan kunjungan tetap dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari tingkat keterisian kursi pesawat, efektivitas promosi, hingga kondisi permintaan pasar.
“Kami di BPOLBF optimistis rute ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Namun, besaran peningkatannya akan sangat bergantung pada tingkat keterisian penerbangan, promosi yang dilakukan, serta tren permintaan pasar,” jelas Andy.
Menurutnya, keberhasilan sebuah rute penerbangan baru tidak hanya ditentukan oleh maskapai, tetapi juga oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan permintaan perjalanan yang berkelanjutan.
Untuk memastikan okupansi penerbangan tetap terjaga, BPOLBF mengaku terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai penerbangan, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata hingga mitra strategis lainnya.
Andy mengungkapkan, komunikasi dengan Lion Group telah dilakukan sebagai langkah awal menyusun strategi promosi bersama.
“Dalam hal ini, BPOLBF terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai, pemerintah daerah, pelaku industri, dan mitra lainnya dalam upaya promosi bersama agar permintaan perjalanan ke Labuan Bajo terus meningkat. Beberapa waktu lalu, komunikasi juga telah dibangun bersama Region Manager Lion Group Bali Nusra untuk strategi promosi bersama sehingga informasi ini dapat disebarkan lebih luas,” ujarnya.
Kolaborasi promosi tersebut diharapkan mampu memperkenalkan kemudahan akses baru kepada calon wisatawan sekaligus meningkatkan tingkat keterisian penerbangan sejak awal operasional.
BPOLBF berharap pembukaan rute Makassar–Labuan Bajo tidak hanya menjadi penambahan jadwal penerbangan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Andy mengajak maskapai, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan rute tersebut.
“Kami berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi dalam menjaga kualitas layanan, memperkuat promosi, dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis rute Makassar–Labuan Bajo dapat beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pariwisata serta perekonomian masyarakat Flores,” tuturnya.
Dengan bertambahnya akses penerbangan langsung dari Makassar, Labuan Bajo diharapkan semakin mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai kota di Indonesia Timur, sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo dan destinasi wisata unggulan di Pulau Flores.**





Tinggalkan Balasan