LABUANBAJOVOICE.COM – Dialog publik interaktif berskala nasional bertajuk “Sunset Talk” yang digelar RRI SP Labuan Bajo dan Mawatu pada Minggu, 30 Maret 2026 tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mempertemukan sejumlah narasumber kunci dari pemerintah, industri kreatif, hingga komunitas lokal.
Mengangkat tema “Dari Labuan Bajo untuk Dunia”, forum ini akan menghadirkan perspektif beragam dalam membahas masa depan pariwisata dan penguatan ekosistem seni lokal di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Koordinator RRI SP Labuan Bajo, Desy Natalia menegaskan bahwa kehadiran para narasumber merupakan bagian penting dalam memastikan dialog berjalan substantif dan berdampak.
“RRI menyambut baik kerjasama bersama Mawatu, dan memberikan terim kasih dan apresiasi kepada Mawatu yang telah bersedia berkolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Desy dalam keterangannya, Jumat 27 Maret 2026.
Ia berharap, melalui kontribusi pemikiran dari para tokoh yang dihadirkan, forum ini mampu memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan Indonesia di mata dunia.
Sementara itu, Ketua Tim Konten Media Baru RRI Ende, Riswan Sumby menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam satu ruang dialog terbuka.
“Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI terus berkomitmen membuka ruang dialog lintas sektor. Melalui Sunset Talk ini, kami ingin membahas secara mendalam bagaimana arah pengembangan pariwisata di Labuan Bajo ke depan, sekaligus memperkuat ekosistem seni lokal agar anak-anak muda di sini memiliki wadah yang representatif untuk bertumbuh,” ujar Riswan.
Menurutnya, keberagaman latar belakang narasumber akan memperkaya sudut pandang serta menghasilkan diskusi yang lebih komprehensif dan aplikatif.
Dialog ini dijadwalkan menghadirkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang akan memberikan pandangan strategis terkait arah kebijakan pembangunan pariwisata di tingkat provinsi.
Selain itu, Sekretaris Daerah Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo akan mewakili pemerintah daerah dalam memaparkan langkah konkret di tingkat kabupaten.
Dari sisi otoritas kawasan, Plt Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung, dijadwalkan membahas pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi serta strategi peningkatan daya saing destinasi.
Sementara itu, perspektif industri kreatif dan generasi muda akan diwakili oleh influencer NTT Suci Maria, Ketua Komunitas Stand Up Indo Labuan Bajo Koko Ama, serta pelaku UMKM kreatif Rino dari Chomabee.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan suara akar rumput sekaligus menggambarkan dinamika perkembangan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.
Dari pihak mitra, Marketing Manager Mawatu Labuan Bajo, Nazwar Zulfajri menilai bahwa kombinasi narasumber ini menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan diskusi yang tajam dan berorientasi solusi.
“Kami memilih bekerja sama dengan RRI karena selain merupakan media nasional yang sangat kredibel, RRI juga sangat aktif bergerak di Labuan Bajo, terutama dalam isu pengembangan pariwisata dan industri kreatif,” ujar Nazwar.
Ia menambahkan bahwa forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan konkret yang dapat diimplementasikan oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap Sunset Talks tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan pemikiran yang tajam dan arah yang lebih konkret bagi pengembangan pariwisata, seni lokal, dan industri kreatif di Labuan Bajo,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya momentum ini untuk menyelaraskan visi lintas sektor.
“Kami mengundang masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya untuk hadir di Mawatu dan mengikuti Sunset Talks pada 29 Maret 2026,” ucapnya mengajak.
Dengan menghadirkan tokoh-tokoh kunci dari berbagai sektor, Sunset Talk diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah masa depan pariwisata Labuan Bajo yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.**






Tinggalkan Balasan