“Kepercayaan wisatawan merupakan modal utama destinasi. Karena itu, kami terus mendorong tata kelola pariwisata yang profesional melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata Andy.

BPOLBF mendorong tersedianya sistem informasi resmi mengenai Travel Agent dan Tour Operator yang berizin, verifikasi legalitas usaha, peningkatan standar pelayanan, penguatan mekanisme pengaduan wisatawan (crisis center), serta pembinaan terhadap pelaku usaha pariwisata.

Upaya ini diharapkan meningkatkan perlindungan konsumen sekaligus menjaga reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Melalui DISKORIA, BPOLBF menargetkan lahirnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Festival Golo Koe 2026.

Target lainnya adalah tersedianya paket-paket wisata yang siap dipasarkan selama festival, penyampaian informasi kesiapan destinasi kepada publik melalui media massa, tersedianya daftar resmi Travel Agent dan Tour Operator berizin sebagai referensi wisatawan, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan kualitas layanan pariwisata.