Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, berkesan, meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay), sekaligus memperkuat citra Labuan Bajo Flores sebagai destinasi yang memadukan kekayaan alam, budaya, dan spiritualitas.
Dalam forum tersebut, BPOLBF juga menempatkan Festival Golo Koe sebagai pintu masuk pengembangan wisata religi Katolik di Manggarai Barat.
Potensi gua Maria, gereja bersejarah, pusat-pusat ziarah, hingga tradisi iman masyarakat Katolik yang berpadu dengan budaya Manggarai akan dikembangkan menjadi paket wisata terintegrasi.
Strategi tersebut diyakini mampu memperkaya produk wisata Labuan Bajo, memperluas manfaat ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas destinasi yang tidak hanya mengandalkan Taman Nasional Komodo, tetapi juga memiliki kekuatan budaya dan spiritualitas.
Andy juga menegaskan bahwa keamanan dan kepercayaan wisatawan menjadi perhatian utama BPOLBF menjelang Festival Golo Koe 2026.
Hal itu menyusul masih ditemukannya praktik layanan perjalanan wisata yang tidak profesional, termasuk dugaan penipuan oleh oknum Travel Agent maupun Tour Operator yang sempat mencoreng citra Labuan Bajo.





Tinggalkan Balasan