LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyalurkan bantuan paket sembako kepada 10 keluarga berisiko stunting di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Senin (2/11/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sebuah upaya kolaboratif untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Manggarai Barat dengan dukungan BPOLBF.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andy MT Marpaung, mengatakan keterlibatan lembaganya dalam program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan moral badan usaha pariwisata terhadap masyarakat di sekitar kawasan pariwisata Labuan Bajo.
Ia mengungkapkan, persoalan stunting di Manggarai Barat menjadi perhatian bersama. Hal tersebut juga sejalan dengan sejumlah hasil kajian dan penelitian yang menunjukkan bahwa angka stunting di daerah tersebut masih membutuhkan penanganan serius.
“Jujur pada saat dinas datang ke tempat kami, misinya adalah sama juga dengan beberapa hasil penelitian yang kami dapat dari hasil kajian terkait dengan stunting masih tinggi di Manggarai Barat,” kata Andy.
Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Karena itu, keterlibatan pelaku usaha pariwisata dalam mendukung program pengentasan stunting dinilai penting untuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab moral kita sebagai badan usaha pariwisata untuk turut membantu program pengentasan stunting ini dan juga gizi-gizi ini supaya pemapar stunting itu bisa berdampak positiflah kepada kehidupan masyarakat dan juga perekonomian di Manggarai Barat,” ujarnya.
Andy menjelaskan, bantuan yang disalurkan saat ini merupakan bentuk kontribusi awal BPOLBF. Ia berharap, ke depan dukungan terhadap program penanganan stunting dapat ditingkatkan, baik dari sisi jumlah bantuan maupun jangkauan penerima manfaat.
Ia juga menyampaikan bahwa BPOLBF sebelumnya turut mengalokasikan perhatian dan dukungan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi serta berbagai bencana lainnya.
“Kami mohon doa restunya juga mudah-mudahan nanti ke depan kami bisa memberikan lebih baik lagi dan juga bisa kepada orangnya juga, kontribusi itu lebih banyak, orientasinya lebih banyak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Andy menyebutkan bahwa BPOLBF memiliki perhatian terhadap desa-desa penyangga kawasan pariwisata. Tiga desa yang disebutkannya adalah Desa Gorontalo dan Desa Golo Bilas serta beberapa desa lainnya.
Menurut dia, perhatian terhadap masyarakat di sekitar kawasan pariwisata merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lembaga dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat secara luas.
Sementara itu, Kepala DP2KB Manggarai Barat, Rafael Guntur, menyampaikan apresiasi kepada BPOLBF yang telah mengambil bagian dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perorangan, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga instansi pemerintah pusat dan pelaku usaha pariwisata.
Rafael berharap bantuan sembako tersebut dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga keluarga penerima manfaat, terutama kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui.
“Jangan melihat bentuk dan jumlahnya, tetapi saya minta ini adalah perhatian dari Pak Direktur kepada keluarga. Itu artinya dimanfaatkan dengan baik, digunakan dengan baik,” kata Rafael.
Ia mengingatkan para penerima manfaat agar menggunakan bantuan tersebut secara bijak.
Menurutnya, bantuan sembako memang tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, tetapi diharapkan mampu meringankan beban rumah tangga.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Golo Bilas, Ahmad Radit, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya.
“Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyediaan tempat maupun fasilitas selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Melalui program GENTING, Pemkab Manggarai Barat berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga dan memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.**





Tinggalkan Balasan