LABUANBAJOVOICE.COM – Harapan warga Kampung Rohak, Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, kembali menyala setelah akses tunggal penghubung wilayah tersebut mulai diperbaiki melalui aksi gotong royong lintas unsur, Jumat (6/2/2026).

Perbaikan difokuskan pada limpasan (jembatan rendah) Ngalor Kaca di aliran Wae Kaca yang mengalami kerusakan parah sejak banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada 2024.

Selama dua tahun terakhir, kondisi infrastruktur tersebut memaksa warga menghadapi risiko keselamatan, terutama saat musim hujan tiba.

Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Servatius L. Gahang, A.Md., yang akrab disapa Charles Gahang, bersama personel TNI/Polri serta masyarakat setempat.

Limpasan Ngalor Kaca menjadi satu-satunya jalur transportasi warga Kampung Rohak untuk menjalankan aktivitas harian. Jalur ini menopang mobilitas pendidikan, akses pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian ke pasar.

Kerusakan yang berlangsung selama dua tahun terakhir memaksa warga menyeberangi aliran sungai dengan risiko tinggi, khususnya saat debit air meningkat.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Charles Gahang menegaskan keterlibatannya dalam perbaikan limpasan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kerusakan parah tersebut selama ini memaksa warga bertaruh nasib setiap kali musim hujan tiba,” ungkap Charles Gahang.

Ia mengaku bersyukur atas respons positif masyarakat terhadap keterlibatannya yang turun langsung membantu pekerjaan fisik bersama warga.

“Respon masyarakat sangat positif. Apalagi saya turun langsung secara fisik ikut kerja bersama masyarakat,” ujarnya.

Selain terlibat dalam kerja lapangan, politisi PKB tersebut juga menyalurkan bantuan berupa material bangunan.

“Kontribusi berupa materi ada berupa semen dan beberapa jenis bantuan lain juga ada,” tambahnya.

Charles juga menyoroti ketangguhan masyarakat Rohak yang mampu bertahan menghadapi keterbatasan infrastruktur selama dua tahun terakhir.

Ia mengapresiasi kolaborasi warga bersama aparat TNI dan Polri dalam proses perbaikan limpasan.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Rohak dan rekan-rekan TNI-Polri yang tidak kenal lelah mengangkut batu dan pasir dari sungai,” katanya.

“Semoga bantuan semen yang kami berikan bisa memperkuat struktur limpasan ini agar tahan lebih lama,” sambungnya.

Dalam refleksi kemanusiaan yang lebih mendalam, Charles menyampaikan pesan empati terhadap perjuangan warga yang selama ini menghadapi keterisolasian.

“Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat bertahan dengan segala keterbatasan. Infrastruktur bukan sekadar jalan atau jembatan, tetapi tentang bagaimana anak-anak bisa sekolah dengan aman dan petani bisa membawa hasil kerja mereka tanpa rasa takut. Ini bukan hanya soal pembangunan, tetapi tentang menjaga harapan hidup masyarakat,” ujar Charles dengan nada penuh empati.

Sementara itu, Kapolsek Lembor, IPDA Vinsen Bagus, S.I.P., bersama 12 personel Polri ikut dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan keterlibatan aparat merupakan bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

“Guna menangani kerusakan parah akibat banjir besar dua tahun silam, kami berinisiatif melakukan perbaikan menyeluruh pada saluran limpasan tersebut. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat,” ujar IPDA Vinsen.

Ia menegaskan urgensi perbaikan limpasan tersebut tidak dapat ditunda mengingat fungsinya yang sangat vital bagi mobilitas warga.

“Limpasan ini sangat vital untuk akses transportasi warga, maka harus segera kita tangani bersama,” tegasnya.

Kepala Desa Nangalili, Alfin, menilai kegiatan gotong royong tersebut menjadi momentum kebangkitan harapan masyarakat yang selama ini diliputi kekhawatiran setiap musim hujan.

Menurutnya, kerusakan limpasan sejak 2024 berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat, terutama bagi anak sekolah dan petani yang menggantungkan ekonomi pada hasil pertanian.

“Kerusakan ini sudah dirasakan sejak tahun 2024 lalu. Hari ini kami sangat terbantu dengan kehadiran Bapak TNI-Polri dan Bapak Anggota Dewan. Masyarakat Kampung Rohak kembali memiliki harapan agar akses jalan mereka lancar kembali,” ungkap Alfin dengan nada haru.

Perbaikan limpasan Ngalor Kaca menjadi langkah awal membuka kembali konektivitas wilayah sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.**