LABUANBAJOVOICE.COM — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus, turun langsung meninjau kondisi warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.

Stevano yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan NTT mengunjungi sejumlah titik terdampak di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Senin, 17 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak akibat gempa sekaligus mendengarkan cerita, keluhan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat di tengah situasi darurat pascabencana.

Di lokasi bencana, Stevano turut membawa bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok yang disalurkan melalui Posko PDI Perjuangan Kuwus Barat.

Dalam kunjungan di Kuwus Barat, terdapat dua lokasi yang didatangi Stevano bersama rombongan.

Lokasi pertama berada di Kampung Landong, Desa Tueng. Di lokasi ini teridentifikasi sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Sementara lokasi kedua berada di Kampung Landong, Desa Golo Lewe, Kecamatan Kuwus Barat. Di titik ini tercatat 14 rumah mengalami rusak berat dan 21 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Stevano yang didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat juga menyerahkan bantuan kepada 83 kepala keluarga (KK), dengan 14 KK terdampak menjadi penerima prioritas.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang tengah menghadapi masa darurat setelah rumah mereka terdampak gempa.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kuwus Barat, Alexandro Dasilva Baut, didampingi Kepala Desa Golo Lewe, Fransiskus Nala, menjelaskan bahwa kerusakan akibat gempa tidak hanya terjadi pada rumah warga.

Sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan berat.

Fasilitas pendidikan yang dilaporkan terdampak meliputi tiga gedung sekolah dasar, yakni SDN Golo Lewe, SDK Rawuk, dan SDN Golo Binsar.

Selain itu, satu gedung PAUD, yakni PAUD St. Thomas, serta satu gedung Kantor Desa Golo Lewe juga mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut menambah kebutuhan penanganan pascabencana, terutama untuk memastikan warga dapat kembali menjalankan aktivitas sosial, pemerintahan, dan pendidikan secara aman.

Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, Stevano mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penanganan darurat hingga proses pemulihan dan rekonstruksi.

“Kami mengharapkan bantuan semua pihak dalam penanganan darurat ini maupun dalam rekonstruksi pasca gempa”, ungkap Aleksander.

Kepala Desa Golo Lewe, Fransiskus Nala, atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan PDI Perjuangan, khususnya kepada Stevano Rizky Andranacus.

Sementara itu, Stevano mengaku tersentuh setelah melihat secara langsung kondisi warga yang terdampak gempa di Kuwus Barat.

Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) NTT 2 yang meliputi Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Sumba itu menyampaikan empati atas musibah yang dialami masyarakat.

“Semoga warga terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses pemulihan berjalan cepat”, ujar Stevano.

Menurut Stevano, kehadiran secara langsung di lokasi bencana penting untuk mengetahui kondisi masyarakat sekaligus melihat kebutuhan yang harus segera ditangani.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang terdampak langsung oleh gempa, khususnya mereka yang mengalami kerusakan rumah dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Selain menyalurkan kebutuhan pokok, Stevano juga telah menggerakkan mobil ambulans ke wilayah Flores.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjangkau wilayah terdampak sekaligus mendukung penanganan masyarakat yang membutuhkan layanan dan bantuan setelah gempa.

Bagi warga Kuwus Barat, kedatangan bantuan dan kunjungan langsung menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi darurat.

Di tengah kerusakan rumah dan fasilitas umum, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada bantuan pangan. Warga juga membutuhkan dukungan dalam pemulihan kehidupan sehari-hari serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kehadiran Stevano di antara puing-puing bangunan menjadi momentum untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus melihat dari dekat dampak gempa terhadap kehidupan warga di Kecamatan Kuwus Barat.**