Situasi tersebut juga menjadi ruang munculnya informasi yang tidak benar di tengah masyarakat. Informasi mengenai potensi gempa susulan yang lebih besar hingga ancaman tsunami beredar dan berpotensi memperbesar kepanikan warga.
Stevi meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia mengingatkan warga agar menjadikan informasi resmi dari lembaga berwenang sebagai rujukan utama selama masa penanganan bencana.
“Jangan menyebar hoaks dan jangan menyebar kepanikan. Ikuti saja berita yang disebarkan oleh BMKG, BNPB, BPBD, dan orang-orang yang dipercaya,” tegasnya.
Stevi menilai penanganan bencana harus dipersiapkan sejak masa tanggap darurat berakhir. Fase rehabilitasi dan rekonstruksi harus menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kondisi ketidakpastian.
Ia berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengawal proses pemulihan masyarakat terdampak gempa.
Menurut Stevi, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan sembako, obat-obatan, dan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.





Tinggalkan Balasan