LABUANBAJOVOICE.COM — Penyelenggaraan Camino de Flores Etape Tengah tidak hanya menghadirkan perjalanan ziarah berjalan kaki lintas wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, tetapi juga membawa dukungan bagi pelestarian warisan budaya masyarakat Ende.

Pada rangkaian penutupan kegiatan, Senin, 26 Oktober 2026, Mari Elka Pangestu bersama arsitek Yori Antar memberikan bantuan secara simbolis untuk mendukung pembangunan rumah tenun di Kelibara dan revitalisasi Rumah Adat Ata Ngi’i Ngape di Wologeru, Kabupaten Ende.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian pengetahuan tradisional, keterampilan menenun, dan identitas budaya masyarakat setempat.

Rumah tenun di Kelibara selanjutnya akan diberi nama Sao Tege Seda Camino Kelibara. Sementara itu, rumah adat di Wologeru akan diberi nama Sao Ria Ngi’i Nangape Camino Wologeru setelah proses penataan selesai.

Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar warisan budaya tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.