LABUANBAJOVOICE.COM – Sebanyak 41 peserta dinyatakan lolos dalam seleksi program kerja ke Jepang yang diselenggarakan PT Della Ding Sheng Indonesia bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM (Disnakertranskop dan UKM) Manggarai Barat.

Para peserta yang dinyatakan lolos tersebut selanjutnya akan mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja sesuai bidang yang telah dipersiapkan.

Kepala Disnakertranskop dan UKM Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, Jum’at (26/6/2026) menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mendaftar pada program angkatan pertama ini berhasil melewati tahapan awal dan diterima untuk mengikuti proses berikutnya.

“Total yang mendaftar ada 41 orang, terdiri dari 36 peserta asal Manggarai Barat dan lima orang dari luar daerah. Hari ini yang hadir langsung mengikuti sosialisasi awal bersama perusahaan sebanyak 10 orang, terdiri dari sembilan laki-laki dan satu perempuan, semuanya berasal dari Labuan Bajo, Kecamatan Komodo,” ujar Fatinci.

Ia merinci, lima peserta dari luar Manggarai Barat berasal dari berbagai daerah, yakni satu orang dari Papua Selatan, satu dari Palembang, satu dari Bajawa, satu dari Manggarai Timur, dan satu dari Kabupaten Manggarai.

Menurut Fatinci, seluruh peserta tersebut dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada awal Juli 2026 untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan selama enam bulan sebagai bagian dari persiapan kerja di Jepang.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam membuka akses tenaga kerja lokal ke pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Manggarai Barat.

Pada tahapan awal, PT Della Ding Sheng Indonesia menggelar sosialisasi sekaligus wawancara kepada para peserta di Kantor Disnakertranskop dan UKM Manggarai Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama (CEO) PT Della Ding Sheng Indonesia, Deni Zulkarnaen, bersama Direktur Operasional, Irwan Oktavian.

Fatinci menilai keterlibatan langsung pimpinan perusahaan menunjukkan keseriusan program dan komitmen untuk memastikan peserta yang diberangkatkan benar-benar siap menghadapi dunia kerja internasional.

“Kami melihat perusahaan sangat serius mempersiapkan peserta sejak awal. Sosialisasi ini bukan hanya pengenalan program, tetapi juga menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman dan kesiapan mental para calon pekerja sebelum memasuki tahap pelatihan lanjutan,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta diberikan kesempatan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang di hadapan pihak perusahaan.

Kemampuan mereka mendapat apresiasi karena dinilai cukup baik, baik dari sisi penguasaan kosakata, pengucapan, maupun intonasi saat berbicara.

Hal tersebut menunjukkan antusiasme dan keseriusan generasi muda Manggarai Barat dalam mempersiapkan diri untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan terstruktur.

Kesiapan bahasa menjadi salah satu modal penting karena akan mempermudah proses adaptasi sosial maupun profesional ketika para peserta nantinya bekerja di Jepang.

Fatinci menegaskan bahwa para peserta angkatan pertama ini memikul tanggung jawab besar karena keberhasilan mereka akan menentukan keberlanjutan program kerja ke Jepang bagi generasi berikutnya.

Ia berpesan agar para peserta menjaga integritas, menjunjung tinggi budaya daerah, serta menjadi representasi positif masyarakat Manggarai Barat dan Indonesia di kancah internasional.

“Saya berpesan agar mereka tetap memegang teguh jati diri dan budaya Manggarai khususnya serta Indonesia pada umumnya. Mereka harus menjadi pribadi yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, pekerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan terus belajar untuk mewujudkan impian terbesar mereka,” ujar Fatinci.

Lebih lanjut, ia berharap para peserta tidak hanya mencari pengalaman dan penghasilan, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi dan pariwisata Manggarai kepada masyarakat Jepang.

“Kehadiran mereka di Jepang bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga memperkenalkan budaya dan pariwisata Manggarai. Mereka adalah angkatan pertama program ini, sehingga kinerja dan keberhasilan mereka akan menentukan keberlanjutan program magang ke Jepang untuk angkatan kedua dan seterusnya,” katanya.

Program kerja ke Jepang tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tingkat global, dengan tetap mengedepankan identitas budaya dan nilai-nilai masyarakat Manggarai Barat.**