“Kami melihat perusahaan sangat serius mempersiapkan peserta sejak awal. Sosialisasi ini bukan hanya pengenalan program, tetapi juga menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman dan kesiapan mental para calon pekerja sebelum memasuki tahap pelatihan lanjutan,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta diberikan kesempatan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang di hadapan pihak perusahaan.
Kemampuan mereka mendapat apresiasi karena dinilai cukup baik, baik dari sisi penguasaan kosakata, pengucapan, maupun intonasi saat berbicara.
Hal tersebut menunjukkan antusiasme dan keseriusan generasi muda Manggarai Barat dalam mempersiapkan diri untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan terstruktur.
Kesiapan bahasa menjadi salah satu modal penting karena akan mempermudah proses adaptasi sosial maupun profesional ketika para peserta nantinya bekerja di Jepang.
Fatinci menegaskan bahwa para peserta angkatan pertama ini memikul tanggung jawab besar karena keberhasilan mereka akan menentukan keberlanjutan program kerja ke Jepang bagi generasi berikutnya.





Tinggalkan Balasan