Selain membuka peluang usaha mandiri, keterampilan menjahit juga dinilai memiliki prospek untuk mendukung kebutuhan industri pariwisata di Manggarai Barat yang dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Peluang usaha tersebut meliputi pembuatan seragam hotel dan restoran, pakaian kerja, produk fesyen berbasis tenunan lokal, suvenir berbahan tenunan, hingga pengembangan usaha konveksi.
Kebutuhan produk tekstil untuk sektor pariwisata dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar.
Fatinci berharap para peserta mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan terus meningkatkan keterampilan, menjaga kualitas jahitan, disiplin terhadap waktu, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
Menurutnya, kualitas produk, kreativitas, ketepatan waktu, dan profesionalisme merupakan faktor penting bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar industri pariwisata berkelas dunia.
Penggunaan tenunan lokal dalam produk jahitan juga berpotensi memperkenalkan kekayaan tekstil Manggarai Barat kepada wisatawan sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk berbasis budaya daerah.





Tinggalkan Balasan