LABUANBAJOVOICE.COM – Program Urban Futures Indonesia mencatat capaian penting di Kabupaten Manggarai Barat. Sebanyak 47 anak muda telah mendapatkan pendampingan intensif di bidang kewirausahaan pangan, mulai dari penguatan kapasitas usaha, legalitas bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Hal itu disampaikan Regional Koordinator Urban Futures Indonesia, Laily Himayati, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pasar Kreasi Pangan yang digelar Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial bersama Yayasan Prestasi Junior Gemilang Indonesia di Lapangan Parkir Kampung Ujung, Rabu (29/4/2026).

“Sebanyak 47 orang muda telah mendapatkan pendampingan intensif kewirausahaan pangan hingga mendapatkan legalitas usaha dan memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan bisnis,” kata Laily.

Menurut perempuan yang akrab disapa Maya itu, capaian lain yang membanggakan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan lokal melalui kampanye publik yang digerakkan anak muda.

“Yang paling membanggakan, sebanyak lebih dari 15 ribu orang telah dijangkau melalui kampanye publik pangan lokal yang dilakukan oleh orang muda di Manggarai Barat,” jelas Maya.

Program global berdurasi lima tahun, sejak 2023 hingga 2027 itu, juga telah mendorong lahirnya Forum Multi Pihak Sistem Pangan Manggarai Barat.

Forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pangan daerah.

Keberadaan forum itu dinilai penting karena mempertemukan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga generasi muda dalam satu wadah kolaborasi.

Dalam kesempatan yang sama, Natalia Soebagjo memaparkan hasil program NURTURE yang diarahkan untuk mendukung hilirisasi pertanian daerah.

Ia menyebut 26 peserta telah menuntaskan program tersebut dengan capaian ekonomi yang signifikan.

“Sebanyak 26 peserta telah menyelesaikan program ini dengan capaian omset kolektif hampir 4 miliar dalam waktu kurang dari 1 tahun. Bayangkan hanya dalam 9 bulan, omset sudah hampir 4 miliar,” kata Natalia.

Selain itu, tambah dia, 85 persen peserta telah mengadopsi teknologi digital, 73 persen membangun kemitraan usaha, dan 27 persen mulai menciptakan peluang kerja baru.

Pasar Kreasi Pangan turut menampilkan beragam inisiatif penguatan kewirausahaan muda, inovasi sistem pangan lokal, diseminasi riset terkait sisa pangan, hingga pemutaran film dokumenter tentang praktik komunitas pangan dari perspektif generasi muda.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan generasi muda untuk mendorong transformasi sistem pangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat Manggarai Barat.**