LABUANBAJOVOICE.COM – Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Mori 2026, Suaib, memastikan seluruh tahapan persiapan pemilihan kepala desa berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Panitia juga mengaku siap secara teknis maupun administratif untuk menyelenggarakan pesta demokrasi desa yang dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.

Saat ditemui awak media di ruang kerja panitia pada Rabu, 17 Juni 2026, Suaib menjelaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan Pilkades Golo Mori berpedoman pada sejumlah aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Kami dalam melaksanakan tugas dan kewenangan sebagai panitia merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 11, Peraturan Bupati Nomor 17, serta Keputusan Bupati. Tiga regulasi ini menjadi dasar dan pedoman kami dalam menjalankan seluruh tahapan Pilkades,” ujar Suaib.

Menurutnya, pada hari yang sama panitia baru saja menerima pendaftaran bakal calon kepala desa pertama, yakni Sukarman. Pendaftaran tersebut menjadi yang pertama sejak tahapan pendaftaran dibuka pada 13 Juni 2026.

“Sejak tanggal 13 sampai 16 Juni belum ada bakal calon yang mendaftar. Baru hari ini, 17 Juni 2026, kami menerima pendaftaran pertama dari Bapak Sukarman,” katanya.

Panitia membuka masa pendaftaran bakal calon kepala desa selama sembilan hari, yakni mulai 13 hingga 21 Juni 2026.

Suaib menegaskan, secara umum panitia telah mempersiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan Pilkades, baik dari sisi administrasi, logistik, maupun kesiapan sumber daya manusia.

“Mengenai persiapan, kami cukup siap. Dari segi materi maupun moril, teman-teman panitia benar-benar siap melaksanakan pemilihan kepala desa yang akan berlangsung pada 29 September 2026,” tegasnya.

Kesiapan tersebut, kata dia, menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terkait Tempat Pemungutan Suara (TPS), panitia sementara masih menggunakan skema tiga TPS sebagaimana pelaksanaan sebelumnya. Namun, terdapat wacana penambahan satu TPS baru guna mendekatkan akses layanan pemungutan suara kepada masyarakat.

“Untuk sementara masih ada tiga TPS. Tetapi kami akan berdiskusi dengan teman-teman panitia terkait kemungkinan penambahan satu TPS lagi,” jelas Suaib.

Ia mengatakan, salah satu alasan utama penambahan TPS adalah faktor geografis dan jarak tempuh pemilih menuju lokasi pemungutan suara.

“Salah satu pertimbangannya karena jangkauan pemilih cukup jauh menuju TPS, terutama warga dari Dusun Look. Karena itu kami mempertimbangkan penambahan satu TPS sehingga total menjadi empat TPS,” ujarnya.

Meski demikian, keputusan final mengenai jumlah TPS akan menunggu hasil koordinasi dan persetujuan dari panitia tingkat kecamatan serta kabupaten.

Sementara itu, terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT), Suaib menjelaskan bahwa proses penetapan masih menunggu tahapan berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Kalau merujuk pada Keputusan Bupati, penetapan DPT dilaksanakan pada bulan Agustus setelah tahapan penetapan bakal calon,” katanya.

Karena itu, saat ini panitia masih fokus pada tahapan pendaftaran dan verifikasi bakal calon kepala desa.

Selain Sukarman yang telah resmi mendaftar, panitia juga menerima informasi adanya sejumlah figur lain yang akan mengikuti kontestasi Pilkades Golo Mori.

Menurut Suaib, berdasarkan komunikasi yang telah dilakukan dengan beberapa bakal calon, panitia memperkirakan akan menerima tambahan pendaftaran pada akhir pekan ini.

“Kemungkinan pada hari Sabtu nanti ada dua bakal calon yang mendaftar, kemudian hari Minggu ada satu bakal calon lagi,” ujarnya.

Dengan demikian, hingga saat ini terdapat empat figur yang telah terkonfirmasi akan mengikuti proses Pilkades, terdiri dari satu bakal calon yang sudah mendaftar dan tiga lainnya yang menyatakan siap mendaftar.

“Untuk sementara ada empat bakal calon. Tetapi kita juga memahami bahwa dinamika politik sangat dinamis, sehingga siapa saja yang akhirnya mendaftar tentu masih bisa berubah sampai penutupan pendaftaran,” jelas Suaib.

Menjelang pelaksanaan Pilkades, Suaib mengajak seluruh masyarakat Desa Golo Mori untuk menjaga persatuan dan tidak terpecah karena perbedaan pilihan politik.

Ia menekankan bahwa Pilkades merupakan sarana demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik, bukan alasan untuk merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.

“Harapan kami, Pilkades yang akan berlangsung pada 29 September nanti berjalan lancar, aman, dan kondusif,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga silaturahmi meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.

“Jangan karena berbeda pilihan terhadap salah satu bakal calon lalu hubungan kekeluargaan atau silaturahmi menjadi terputus. Siapa pun yang nantinya terpilih, harapan kami dapat membawa perubahan yang lebih maju bagi Desa Golo Mori pada masa mendatang,” tutup Suaib.**