LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp310.614.054.449. Hingga 8 Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp124,8 miliar atau 40,18 persen dari target yang ditetapkan.

Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menyatakan optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan menyamai keberhasilan tahun sebelumnya yang melampaui target hingga 101 persen.

“Target PAD Kabupaten Manggarai Barat tahun 2026 itu sebesar Rp310.614.054.449. Nah, realisasi kita sampai dengan tanggal 8 Juli tahun 2026 itu sudah sebesar Rp124,8 miliar atau sebesar 40,18 persen,” kata Yulianus, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, capaian pada awal semester kedua menjadi indikator positif bagi peningkatan pendapatan daerah hingga akhir tahun.

“Kalau melihat capaian ini, saya sangat optimis bahwa kita bisa mencapai target yang Rp310 miliar lebih. Kita tidak mau kalah dengan capaian target tahun 2025 yang mencapai 101 persen,” ujarnya.

Yulianus menilai meningkatnya aktivitas wisata di Labuan Bajo menjadi salah satu faktor yang akan mendongkrak penerimaan daerah pada semester kedua.

Ia mengamati jumlah wisatawan yang datang melalui Bandara Internasional Komodo terus meningkat, seiring memasuki musim liburan dan puncak kunjungan wisata.

“Apalagi kita lihat sekarang sudah mulai puncak-puncaknya. Tamu kita lihat di bandara sekarang seperti pasar ramainya. Dengan banyaknya tamu ini saya yakin, ditambah kita terus menggali potensi pendapatan yang lain, maka capaian ini bisa kita raih di tahun 2026,” katanya.

Optimisme tersebut juga didasarkan pada upaya pemerintah daerah memperluas sumber-sumber PAD di luar sektor yang selama ini menjadi penyumbang utama.

Wakil Bupati kembali menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tetap menargetkan realisasi PAD mencapai 100 persen pada akhir Desember 2026.

“Targetnya ya Rp310 miliar. Sekarang sudah 40,18 persen atau Rp124,8 miliar. Saya yakin nanti kita bisa capai 100 persen di akhir tahun ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yulianus juga menyinggung pentingnya keterbukaan informasi mengenai dana transfer dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan data rinci mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun transfer lainnya dapat diperoleh melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sehingga masyarakat dapat mengetahui besaran anggaran yang diterima pemerintah daerah.

“Kalau dana transfer berapa tahun ini, totalnya nanti tanya di Bapenda. Mereka bisa kasih rinci, dana DAK untuk dinas mana saja dan nilainya berapa. Itu bukan hal yang tabu atau dirahasiakan, itu perlu disampaikan,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi anggaran menjadi bagian penting dalam memperkuat fungsi pengawasan publik terhadap pelaksanaan pembangunan.

“Supaya juga nanti ada fungsi kontrol masyarakat. Kalau ada DAK sekian, bagaimana pemerintah merealisasikannya. Jangan kita diam. Melalui media juga masyarakat bisa ikut mengawasi bagaimana pelaksanaannya,” katanya.

PAD merupakan salah satu indikator utama kemampuan keuangan daerah dalam membiayai pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer pemerintah pusat.

Dengan realisasi Rp124,8 miliar hingga awal Juli atau sekitar 40,18 persen, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat masih memiliki ruang sekitar Rp185,8 miliar untuk mencapai target PAD sebesar Rp310,6 miliar hingga akhir tahun 2026.

Pemerintah berharap momentum pertumbuhan sektor pariwisata, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta optimalisasi potensi pendapatan daerah mampu menjadi pendorong utama tercapainya target tersebut.**