LABUANBAJOVOICE.COM β Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat menunda pertandingan semifinal yang sedianya digelar Sabtu (5/9/2026), menyusul insiden kekerasan terhadap wasit utama Kaka Fred pada laga Black Crown versus Komodo United.
Pertandingan semifinal ditunda selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 5β6 September 2026. Berdasarkan keputusan panitia, rangkaian pertandingan PSSI Cup II Manggarai Barat dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin (7/9/2026).
Keputusan itu disampaikan dalam konferensi pers Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat pada Sabtu (5/9/2026). Hadir dalam konferensi pers tersebut Ketua PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu, Ketua Umum Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat Ahyar Abadi, Ketua Harian Panitia PSSI Rofinus Edison Risal, serta jajaran pengurus dan panitia.
Risal menyebut penundaan dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Aspek keamanan, kondusivitas, serta dukungan mental terhadap perangkat pertandingan menjadi pertimbangan utama.
βIni juga bagian dari keberpihakn dan dukungan mental kepada rekan trekan wasit,β ujar Ketua Harian Panitia dalam keterangan persnya.
Insiden bermula dalam pertandingan tambahan waktu 2 x 15 menit setelah laga sebelumnya ditunda karena waktu pertandingan sudah malam.
Pertandingan pada awalnya berjalan normal. Namun, tensi meningkat setelah Black Crown mencetak gol sekitar menit ke-97.
Pertandingan kemudian berlangsung hingga sekitar menit ke-110. Wasit meniup peluit panjang sebagai tanda pertandingan berakhir.
Sekitar menit ke-111, pelatih Komodo United masuk ke lapangan. Panitia sempat menduga yang bersangkutan hendak menemui wasit dan bersalaman setelah pertandingan.
Namun, menurut dia, pelatih tersebut kemudian melakukan tindakan pemukulan terhadap wasit utama Fred.
Panitia bersama tim keamanan Polri segera mengamankan situasi. Korban kemudian mendapatkan pertolongan awal dan dibawa ke Siloam Hospitals Labuan Bajo untuk pemeriksaan serta penanganan medis.
Setelah itu, korban diarahkan ke Puskesmas Labuan Bajo untuk pemeriksaan dan pengambilan visum sebelum bersama keluarga mendatangi SPKT Polres Manggarai Barat.
Laporan tersebut telah diterima SPKT Polres Manggarai Barat. Panitia selanjutnya menyerahkan proses penanganan kepada pihak yang berwenang.
Ketua Harian Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat Rofinus Edison Risal dalam konferensi pers menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun di dalam pertandingan.
Ia juga menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam keras dugaan tindakan kekerasan terhadap perangkat pertandingan.
βBagi kami, apa pun hasil pertandingan dan apa pun keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan, tindakan kekerasan bukanlah bagian dari sportivitas sepak bola dan tidak dapat dibenarkan,β tegas Risal.
Menurut dia, keputusan wasit dalam pertandingan merupakan bagian dari dinamika olahraga. Perbedaan pandangan terhadap keputusan pertandingan semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, bukan dengan kekerasan.
Karena itu, ia berharap insiden tersebut menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam PSSI Cup II Manggarai Barat.
Selain mendorong proses hukum, panitia meminta ASKAB mengambil langkah administratif terhadap pihak yang terlibat sesuai kewenangan dan aturan organisasi.
Ia juga meminta ASKAB mempertimbangkan tindakan atau sanksi terhadap Komodo United sebagai klub yang menaungi pihak yang diduga melakukan tindakan tersebut, apabila berdasarkan pemeriksaan dan ketentuan organisasi terdapat dasar untuk menjatuhkan sanksi.
βKami berpandangan bahwa sanksi organisasi diperlukan sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus upaya menjaga marwah dan integritas kompetisi,β kata Risal.
Ia menilai keberlangsungan kompetisi tidak hanya ditentukan oleh pertandingan di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur menjaga keamanan, sportivitas, dan penghormatan terhadap perangkat pertandingan.
Risal juga memastikan akan melakukan evaluasi dan memperkuat pengamanan serta pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
βKalah atau menang dalam sebuah pertandingan adalah bagian dari olahraga, tetapi kekerasan tidak pernah menjadi bagian dari sportivitas,β tegasnya.
Risal menyatakan, atas nama panitia pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga korban, organisasi perwasitan, seluruh peserta PSSI Cup, penonton, masyarakat, dan publik sepak bola atas insiden tersebut.
Kompetisi dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin, 7 September 2026, dengan harapan seluruh pihak dapat menjaga PSSI Cup II Manggarai Barat sebagai kompetisi yang menjunjung sportivitas, fair play, keamanan, dan penghormatan terhadap perangkat pertandingan.**





Tinggalkan Balasan