Menurutnya, keluarga yang bangunannya mengalami kerusakan berat harus menjadi prioritas agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan normal.
“Kita tetap mendorong supaya kepada keluarga yang benar-benar terdampak kemarin, contohnya bangunan yang sudah rusak parah, minimal dipikirkan supaya hal itu bisa dibantu,” katanya.
Ia berharap pemerintah tidak berhenti pada proses pendataan, tetapi segera masuk pada tahap pelaksanaan bantuan sesuai tingkat kerusakan yang dialami masyarakat.
“Itu harapan supaya kita mendorong kepada pemerintah supaya hal itu bisa terlaksana secepatnya,” tegasnya.
Dorongan tersebut menjadi penting karena rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan kehidupan keluarga setelah bencana.
Selain persoalan kerusakan bangunan, Hasanudin juga menyoroti kondisi psikologis warga setelah gempa. Ia memahami bahwa peristiwa gempa yang terjadi beberapa pekan sebelumnya masih meninggalkan rasa takut bagi sebagian masyarakat.
Karena itu, ia mengajak warga untuk perlahan bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.





Tinggalkan Balasan