LABUANBAJOVOICE.COM – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Flores terus mengalir. Komunitas Perempuan Peduli yang diinisiasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Manggarai Barat turun langsung menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis siang, 27 Agustus 2026.
Kehadiran rombongan Perempuan Peduli DWP Manggarai Barat disambut hangat oleh masyarakat bersama Pemerintah Desa Nggorang.
Warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada mereka di tengah situasi sulit pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Fatinci Reynilda Sodo, Ketua DWP Kabupaten Manggarai Barat, bersama istri Wakil Bupati Manggarai Barat yang juga bertindak sebagai Penasehat DWP Manggarai Barat.
Bagi komunitas Perempuan Peduli, bantuan yang diberikan bukan semata-mata tentang nilai materi. Kehadiran mereka di tengah warga juga menjadi bentuk dukungan psikologis dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.
“Tidak seberapa nilai yang kami bawa, tapi kami tahu rasanya kehilangan. Kami datang untuk menghibur dan sedikit meringankan duka di hati. Mari kita sama-sama mendoakan agar badai ini segera berlalu,” ungkapnya, Minggu (30/8/2026).
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop-UKM) Kabupaten Manggarai Barat itu, kepedulian terhadap korban bencana tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar.
“Yang terpenting adalah ketulusan untuk hadir dan berbagi. Mungkin bantuan yang kami bawa sederhana, tetapi kami berharap kehadiran kami bisa memberikan semangat kepada warga agar tidak merasa menghadapi masa sulit ini sendirian,” ujarnya.
Ia mengatakan, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam aksi kemanusiaan juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa mengambil bagian dalam situasi seperti ini. Kita hadir, mendengar, memberikan dukungan dan berbagi apa yang kita mampu,” katanya.
Fatinci juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan sosial tersebut dapat terlaksana.
Apresiasi itu terutama ditujukan kepada orang-orang yang dengan ikhlas menyisihkan waktu, tenaga maupun materi untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Terima kasih kepada semua orang baik yang sudah ikut berbagi dan kepada semua pihak yang telah berkolaborasi. Tanpa kebersamaan dan kepedulian banyak pihak, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia menilai, keringat dan waktu yang dicurahkan para anggota komunitas Perempuan Peduli DWP Manggarai Barat memiliki nilai kemanusiaan yang besar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Pemerintah, komunitas, organisasi perempuan, relawan dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Di tengah aktivitas kemanusiaan tersebut, Fatinci juga menitipkan pesan kepada para perempuan yang terlibat dalam kegiatan sosial agar tetap memperhatikan kesehatan dan kondisi diri.
Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian penting agar para relawan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan merawat diri. Kita ingin terus hadir dan membantu, tetapi kita juga harus memastikan diri kita tetap sehat dan kuat,” pesannya.
Ia berharap semangat kepedulian dan gotong royong yang tumbuh setelah bencana dapat terus dipelihara.
“Tetap sehat, tetap semangat, dan teruslah menginspirasi.” tutupnya.
Kehadiran komunitas Perempuan Peduli DWP Manggarai Barat di Desa Nggorang menjadi bagian dari rangkaian kepedulian sosial kepada masyarakat terdampak gempa.
Di tengah duka dan proses pemulihan, perhatian sederhana dari sesama menjadi penguat bagi warga untuk kembali bangkit.
Bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana, bantuan bukan hanya soal apa yang diberikan, tetapi juga tentang pesan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam melewati masa sulit.**





Tinggalkan Balasan