LABUANBAJOVOICE.COM – PT PELNI (Persero) mengonfirmasi insiden seorang penumpang laki-laki berinisial YA (21) yang diduga melompat ke laut dari Deck 5 KM Binaiya saat kapal berlayar di Perairan Laut Flores dalam rute Makassar–Labuan Bajo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 19.50 WITA, di titik koordinat 07°38,047′ LS dan 119°39,533′ BT, atau sekitar 60 mil laut (NM) dari Labuan Bajo.

Kepala PT PELNI (Persero) Cabang Labuan Bajo, Hj. Fanny Puspita, menjelaskan perusahaan telah menjalankan seluruh prosedur keselamatan sesuai standar internasional setelah menerima laporan adanya penumpang yang diduga terjatuh atau melompat ke laut.

“Kami membenarkan adanya insiden seorang penumpang laki-laki berinisial YA yang diduga melompat ke laut dari Deck 5 KM Binaiya saat pelayaran Makassar menuju Labuan Bajo. Begitu kejadian diketahui, nakhoda bersama seluruh awak kapal langsung menjalankan prosedur darurat Man Over Board (MOB) sesuai standar keselamatan pelayaran,” kata Fanny kepada awak media di Labuan Bajo, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, setelah alarm darurat dinyatakan aktif, kapal segera menghentikan pelayaran normal dan memulai operasi pencarian di sekitar lokasi korban diduga jatuh.

Selama sekitar 1,5 jam, KM Binaiya melakukan pencarian secara maksimal dengan mengitari lokasi kejadian sebanyak lima kali disertai penyisiran visual oleh awak kapal.

“Seluruh upaya pencarian dilakukan secara optimal sesuai prosedur. Namun hingga operasi pencarian dihentikan, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.

Koordinasi dengan KSOP, Basarnas dan Polair
Fanny mengatakan setelah seluruh prosedur pencarian di lokasi dilakukan, nakhoda kemudian berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum memutuskan melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

Di saat bersamaan, awak kapal juga memancarkan informasi kemanusiaan melalui radio Channel 16 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi agar dapat turut membantu pencarian apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Selain itu, PT PELNI segera melaporkan kejadian tersebut kepada sejumlah instansi berwenang, di antaranya KSOP, Basarnas, dan Polair, guna mendukung proses penanganan lanjutan.

“Perusahaan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait pada kesempatan pertama agar proses tindak lanjut dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing,” jelas Fanny.

Atas peristiwa tersebut, PT PELNI menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban dan berharap proses pencarian yang dilakukan oleh instansi terkait dapat memberikan hasil terbaik.

Fanny juga mengingatkan seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di atas kapal.

“Kami mengimbau seluruh penumpang agar selalu berada di area yang aman, mematuhi seluruh ketentuan keselamatan pelayaran, serta segera melaporkan kepada kru apabila melihat adanya potensi bahaya atau situasi yang mencurigakan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin terhadap prosedur keselamatan selama pelayaran, baik bagi penumpang maupun operator kapal, mengingat kondisi laut yang dinamis dapat meningkatkan risiko apabila standar keselamatan tidak dipatuhi.

Hingga berita ini diterbitkan, proses koordinasi dan penanganan lanjutan masih dilakukan oleh pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku.**