Menurutnya, setelah alarm darurat dinyatakan aktif, kapal segera menghentikan pelayaran normal dan memulai operasi pencarian di sekitar lokasi korban diduga jatuh.
Selama sekitar 1,5 jam, KM Binaiya melakukan pencarian secara maksimal dengan mengitari lokasi kejadian sebanyak lima kali disertai penyisiran visual oleh awak kapal.
“Seluruh upaya pencarian dilakukan secara optimal sesuai prosedur. Namun hingga operasi pencarian dihentikan, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.
Koordinasi dengan KSOP, Basarnas dan Polair
Fanny mengatakan setelah seluruh prosedur pencarian di lokasi dilakukan, nakhoda kemudian berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum memutuskan melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Labuan Bajo.
Di saat bersamaan, awak kapal juga memancarkan informasi kemanusiaan melalui radio Channel 16 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi agar dapat turut membantu pencarian apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selain itu, PT PELNI segera melaporkan kejadian tersebut kepada sejumlah instansi berwenang, di antaranya KSOP, Basarnas, dan Polair, guna mendukung proses penanganan lanjutan.





Tinggalkan Balasan