Program cetak sawah 1.000 hektare ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan daerah, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi pasokan pangan nasional.
Selain meningkatkan produksi beras, program ini juga membuka peluang kerja baru di sektor pertanian, memperluas basis ekonomi desa, serta mendorong modernisasi pertanian melalui integrasi dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan jaringan irigasi.
Jika target tercapai, Manggarai Barat berpotensi menjadi salah satu lumbung pangan baru di kawasan Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.**
Halaman






Tinggalkan Balasan