Ia menekankan bahwa seluruh skema pembiayaan akan disampaikan secara terbuka oleh perusahaan kepada peserta saat sosialisasi dan seleksi berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Saya sudah meminta pihak perusahaan agar transparan mengenai pembiayaan. Berapa kebutuhan biaya dan bagaimana mekanisme pembayarannya harus disampaikan sejak awal agar peserta memahami seluruh prosesnya,” tegas Burhan.
Menurut dia, pola pembayaran umumnya dilakukan melalui perjanjian antara peserta dan perusahaan. Sebagian biaya dapat dicicil setelah peserta mulai menerima penghasilan selama magang di Jepang.
Hingga Senin (9/6/2026), tercatat sebanyak 16 orang telah mendaftar mengikuti program tersebut. Dari jumlah itu, 15 peserta berasal dari Manggarai Barat dan satu peserta berasal dari Palembang. Sebanyak lima orang pendaftar merupakan perempuan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan keterampilan kerja, memperoleh pengalaman internasional, serta membuka peluang karier yang lebih luas.





Tinggalkan Balasan