“Untuk memastikan perusahaan itu resmi, paling kurang perusahaan tersebut sudah terdaftar di Kementerian Pekerja Migran Indonesia atau BP2MI. Setelah itu seluruh proses perekrutan masuk dalam sistem aplikasi resmi sehingga pemerintah daerah juga memperoleh pemberitahuan terkait proses tersebut,” jelas Burhan.

Ia menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap legalitas perusahaan sebelum program diumumkan kepada masyarakat.

“Kalau seperti ini saya sudah cek. Resmi. Mereka memiliki lembaga pelatihan dan proses penempatan untuk program magang. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena ini bukan perusahaan abal-abal,” katanya.

Burhan menjelaskan pendaftaran dan seleksi yang dilakukan di Manggarai Barat tidak dipungut biaya. Namun peserta perlu memahami bahwa program magang ke Jepang bukan program gratis sepenuhnya.

“Pendaftaran tidak ada biaya, gratis. Tetapi setelah peserta dinyatakan lulus dan masuk tahap pelatihan serta persiapan keberangkatan, ada biaya yang menjadi tanggung jawab peserta,” ujarnya.