LABUANBAJOVOICE.COM — Polemik mencuat dalam gelaran Komodo Run 2025 setelah seorang peserta lomba mengklaim dirinya telah diumumkan sebagai juara, namun kemudian dibatalkan oleh panitia.

Panitia penyelenggara secara tegas membantah klaim tersebut dan menyebut tidak pernah mengumumkan peserta tersebut sebagai pemenang resmi.

Ketua Panitia Komodo Run 2025, Dobbie Jackson, menegaskan bahwa tidak pernah ada pengumuman resmi terkait kemenangan peserta tersebut.

Ia menjelaskan bahwa panitia hanya memberikan tanda “potensial winner”, yaitu penanda bagi pelari yang berpotensi menang apabila proses verifikasi terpenuhi.

“Kami tidak pernah mengumumkan dia sebagai juara, hanya mengalungkan tanda potensial winner yang bisa diartikan ‘kemungkinan menang’ jika sudah lengkap verifikasinya,” ujar Dobbie dalam keterangannya kepada media, Sabtu (22/11/2025).

Dobbie memaparkan bahwa sejak awal sudah ada kejanggalan terkait posisi dan pergerakan peserta tersebut selama perlombaan.

Ia menegaskan bahwa posisi start peserta itu berada di tengah rombongan, bukan di depan bersama para pelari unggulan yang memimpin kompetisi.

“Rinciannya sudah jelas ke yang berkaitan. Di titik Start ‘dia’ di tengah, kemudian beberapa pelari-pelari utama lain yang jauh berada di depan tidak mengonfirmasi ‘dia’ melewati mereka,” jelasnya.

Panitia menyebar 40 volunteer/marshal di sepanjang rute untuk memastikan keabsahan data lintasan. Berdasarkan keterangan para marshal, dari titik awal hingga titik ke-20 tidak ada satupun yang melihat peserta tersebut berlari di barisan depan, yang seharusnya terlihat jika ia benar memimpin lomba.

Namun secara tiba-tiba, peserta itu muncul di check point dan terlihat berada di depan para pelari unggulan.

“Dari data video start, informasi volunteer/marshal, bukti ketidakadaan foto yang bersangkutan dari titik awal hingga titik 20, mengugurkan haknya sebagai pemenang,” tegas Dobbie.

Panitia juga membantah klaim peserta yang menyebut telah mengikuti kategori 10 kilometer.

Dobbie memastikan bahwa kategori lomba yang diikuti peserta tersebut adalah 5 kilometer, bukan 10 kilometer.

“Itu lari 5 Km, bukan 10 Km,” ujarnya.

Sebelumnya, peserta bernama Muhamad Ali (nomor M80056) menyatakan kepada media bahwa namanya telah diumumkan sebagai juara sebelum kemudian dibatalkan satu jam setelahnya oleh panitia.

“Nama saya sudah diumumkan sebagai juara. Tiba-tiba satu jam kemudian panitia bilang hasilnya dibatalkan tanpa bukti yang jelas. Ini sangat merugikan dan tidak etis,” ujar Muhamad Ali dalam keterangannya kepada media.

Klaim tersebut langsung memicu sorotan publik terhadap transparansi panitia, yang kemudian direspons dengan tegas melalui klarifikasi resmi hari ini.**