LABUANBAJOVOICE.COM — Kepolisian Resor Manggarai Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 di lapangan Mapolres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Kamis pagi, 12 Maret 2026.

Apel tersebut menandai dimulainya kesiapan aparat keamanan dalam mengawal arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Apel dipimpin langsung Kapolres Manggarai Barat, Christian Kadang, dan melibatkan personel lintas sektoral dari TNI, Brimob, Polres Manggarai Barat, Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres, pengamanan Lebaran tahun ini dilakukan dengan tingkat kewaspadaan lebih tinggi.

Hal itu mempertimbangkan dinamika situasi global yang berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi nasional serta stabilitas di daerah.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang menegaskan sinergi antarinstansi menjadi kunci menjaga keamanan daerah, khususnya Labuan Bajo yang merupakan destinasi pariwisata super prioritas nasional.

“Keamanan Labuan Bajo bukan hanya soal angka kriminalitas, tetapi juga menjaga kepercayaan wisatawan dan dunia internasional terhadap daerah ini,” kata Christian Kadang usai memimpin apel.

Menurut dia, aparat keamanan juga diminta memantau potensi dampak situasi global terhadap stabilitas ekonomi daerah, terutama terkait ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan bahan bakar minyak (BBM).

“Situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat. Dampaknya bisa memicu gejolak harga minyak yang berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, ketersediaan bapokting dan BBM harus dipantau agar tidak terjadi panic buying di masyarakat,” ujarnya.

Operasi Ketupat Turangga 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Di wilayah Manggarai Barat, sebanyak 40 personel inti disiagakan untuk mengamankan sejumlah titik strategis, antara lain pelabuhan, bandara, pusat keramaian, hingga kawasan wisata di Labuan Bajo.

Selain pengamanan arus lalu lintas selama mudik Lebaran, personel juga diminta meningkatkan patroli rutin, termasuk memantau rumah warga yang ditinggalkan pemudik serta memberikan pelayanan maksimal di pos pengamanan dan pos pelayanan.

Kapolres juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama periode mudik tahun ini. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, wilayah Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

“Seluruh personel harus siap menghadapi potensi bencana, baik pada tahap pra, saat maupun pascakejadian,” kata dia.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik di Manggarai Barat diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada akhir Maret.

Apel gelar pasukan tersebut ditutup dengan doa lintas agama serta sesi foto bersama sebagai simbol kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam mewujudkan mudik Lebaran yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Ke depan, aparat keamanan juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pelaku pariwisata guna memastikan keamanan wisatawan selama masa libur Lebaran di Labuan Bajo.**