LABUANBAJOVOICE.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat membuka Posko Koordinasi Daerah (POSKORDA) melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Manggarai Barat untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di daratan Flores.

POSKORDA Muhammadiyah Manggarai Barat disiapkan sebagai titik transit bagi relawan, tim medis, dan dukungan logistik dari berbagai daerah sebelum diteruskan ke wilayah yang terdampak gempa dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Manggarai Barat, Muhamad Arun, mengatakan pembentukan POSKORDA tersebut merupakan bagian dari instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk daerah-daerah yang terdampak bencana di daratan Flores.

“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Manggarai Barat membuka POSKORDA melalui MDMC Manggarai Barat,” kata Muhamad Arun, Selasa (25/8/2026).

Menurut Arun, posisi Manggarai Barat dinilai strategis karena memiliki akses transportasi udara dan laut yang memadai. Kondisi tersebut memungkinkan Labuan Bajo menjadi salah satu pintu masuk bagi mobilisasi relawan dan logistik menuju wilayah terdampak.

“POSKORDA dibentuk atas perintah Pimpinan Pusat Muhammadiyah bagi daerah-daerah terdampak di daratan Flores,” ujarnya.

Ia menjelaskan, POSKORDA Manggarai Barat (Mabar) berfungsi sebagai tempat transit para relawan Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia sebelum diarahkan ke daerah yang membutuhkan bantuan, terutama wilayah dengan kerusakan parah dan kebutuhan pelayanan medis.

“POSKORDA Mabar berfungsi sebagai tempat transit para relawan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia sebelum diarahkan ke daerah yang terdampak yang sangat membutuhkan penanganan medis,” kata Arun.

Arun menegaskan, pendistribusian tim medis, relawan, maupun logistik tidak dilakukan secara sporadis. Seluruh pergerakan bantuan dikoordinasikan melalui pusat krisis MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Pendistribusian tim medis, logistik dan relawan terkoordinasi dari pusat krisis dari Pimpinan Pusat MDMC,” jelasnya.

Pola koordinasi tersebut menjadi penting dalam situasi pascabencana. Mobilisasi bantuan yang tidak terarah berisiko menimbulkan penumpukan relawan di satu lokasi, sementara wilayah lain yang lebih membutuhkan justru belum mendapatkan dukungan yang memadai.

Karena itu, POSKORDA Manggarai Barat tidak hanya berfungsi sebagai tempat persinggahan, tetapi juga menjadi bagian dari mata rantai mobilisasi bantuan menuju daerah terdampak.

Di tingkat daerah, PDM Manggarai Barat berperan mendukung kelancaran mobilisasi para relawan yang tiba di Labuan Bajo.

Arun mengatakan pihaknya membantu proses penjemputan, menyediakan kendaraan, mengarahkan relawan ke posko, serta menyiapkan tempat istirahat sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke lokasi bencana.

“Peran kami di daerah lebih pada membantu memperlancar proses penjemputan kemudian menyediakan kendaraan, mengarahkan tim di pos serta tempat istirahat sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke tempat berdampak yang mengalami kerusakan parah, korban jiwa serta membutuhkan perawatan medis,” tuturnya.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting karena sebagian wilayah terdampak di daratan Flores memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Tim medis harus diarahkan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi lapangan, sementara logistik perlu didistribusikan dengan mempertimbangkan akses menuju lokasi terdampak.

Sejumlah unsur Muhammadiyah disebut telah mulai terlibat dalam penanganan dampak bencana. Di antaranya tim medis dari PKU RS Muhammadiyah Bima, PKU RS Muhammadiyah Lamongan, tim medis Universitas Muhammadiyah Makassar, serta dokter spesialis dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Selain tenaga medis, relawan lainnya juga disiapkan untuk membantu penanganan bencana sesuai kebutuhan di lapangan.

“Beberapa lembaga yang sudah turun, pertama kali adalah tim medis dari PKU RS Muhammadiyah Bima, PKU RS Muhammadiyah Lamongan, tim medis Unismuh Makassar, para dokter spesialis yang dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta relawan lain yang siap terjun membantu penanganan bencana,” ujar Arun.

Kehadiran tenaga kesehatan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan bagi masyarakat yang mengalami luka maupun membutuhkan pelayanan medis setelah gempa.

Untuk memastikan kegiatan berjalan terarah, POSKORDA Manggarai Barat dikoordinasikan oleh Ahmad Dahlan, selaku Ketua MDMC Manggarai Barat.

Arun mengatakan sejak hari pertama, seluruh kegiatan POSKORDA berada di bawah koordinasi Ahmad Dahlan dan sejauh ini berjalan lancar.

“POSKORDA Manggarai Barat dikeruai Ahmad Dahlan selaku Ketua MDMC Manggarai Barat, mulai hari pertama di bawah koordinasinya seluruh kegiatan berjalan lancar,” katanya.

Selain koordinasi dari tingkat daerah, operasional POSKORDA Manggarai Barat juga mendapat pendampingan dari MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Kegiatan POSKORDA Mabar juga didampingi MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” kata Arun.

Pembentukan POSKORDA Muhammadiyah di Manggarai Barat menunjukkan posisi Labuan Bajo sebagai salah satu simpul strategis dalam mobilisasi bantuan kemanusiaan untuk wilayah Flores.

Dengan dukungan akses Bandara Komodo dan pelabuhan di Labuan Bajo, arus kedatangan relawan, tenaga medis, dan logistik dapat diarahkan secara lebih terkoordinasi sebelum diteruskan ke wilayah yang membutuhkan.

Di tengah kebutuhan penanganan pascagempa, efektivitas bantuan tidak hanya ditentukan oleh jumlah relawan dan logistik yang datang, tetapi juga oleh kemampuan mengidentifikasi kebutuhan, mengatur distribusi, serta memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak.

Melalui POSKORDA, Muhammadiyah Manggarai Barat mengambil peran pada sisi koordinasi dan dukungan mobilisasi agar tenaga kemanusiaan yang datang dari berbagai daerah dapat segera diarahkan menuju lokasi yang membutuhkan.**