LABUANBAJOVOICE.COM – Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo resmi memasuki fase baru pengelolaan bisnis setelah manajemen operasional hotel beralih dari Hotel Indonesia Group (HIG) kepada Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality.

Momentum penting tersebut ditandai melalui penyelenggaraan Town Hall 2026 yang digelar di Ballroom Komodo, Meruorah Convention Center, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi, menyatukan visi, serta meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan industri hospitalitas nasional.

Acara tersebut dihadiri Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat bersama jajaran direksi, Vice President Commercial & Business PT Indonesia Ferry Property (IFPRO) Raisa Niloperbowo, General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo Rudy Rudolf H. Butar Butar, serta jajaran pimpinan strategis InJourney Hospitality dan hampir seluruh karyawan Meruorah dari berbagai tingkatan organisasi.

Town Hall berlangsung dinamis sejak pukul 14.00 WITA hingga sore hari. Selain menjadi forum penyelarasan arah bisnis, kegiatan itu juga menjadi ruang komunikasi terbuka antara manajemen dan seluruh karyawan dalam menghadapi fase transformasi perusahaan.

Puncak acara ditandai dengan seremoni serah terima operasional hotel melalui penyerahan playbook target operasional dari direksi InJourney Hospitality kepada General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Prosesi tersebut menjadi simbol resmi dimulainya integrasi pengelolaan hotel di bawah InJourney Hospitality.

Setelah prosesi serah terima, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta. Forum tersebut dimanfaatkan untuk membangun pemahaman bersama terkait strategi bisnis, penguatan budaya kerja, hingga target perusahaan ke depan.

Kolaborasi antara InJourney Hospitality dan IFPRO dinilai membawa sejumlah manfaat strategis bagi pengembangan bisnis Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Dari sisi operasional, integrasi sistem dan teknologi informasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi manajemen, mempercepat digitalisasi layanan, memperkuat rantai pasok, serta menghadirkan standar operasional yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Transformasi juga menyasar penguatan sumber daya manusia melalui program pengembangan kompetensi, transfer pengetahuan, pelatihan berkelanjutan, serta pembentukan budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan industri.

Sementara itu, pada aspek pemasaran dan pelayanan, Meruorah akan semakin mengedepankan pengalaman pelanggan sebagai fondasi utama bisnis.

Strategi tersebut diyakini mampu memperkuat posisi hotel dalam merebut pasar wisata premium yang terus berkembang di Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur.

General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy Rudolf H. Butar Butar, menegaskan bahwa peralihan pengelolaan hotel kepada InJourney Hospitality menjadi momentum penting dalam perjalanan Meruorah sebagai salah satu ikon hospitality di destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Menurut Rudy, kolaborasi tersebut akan memperkuat implementasi tiga pilar utama perusahaan, yakni Integrity, Collaboration, dan Innovation.

“Kerja sama strategis dan penyerahan playbook operasional dari InJourney Hospitality hari ini adalah momentum besar bagi Hotel Meruorah dengan beralihnya manajemen operasional hotel dari Hotel Indonesia Group (HIG) kepada Hotel Indonesia Natour (Injourney Hospitality),” ujar Rudy dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Menurut dia, langkah ini memperkuat komitmen mereka dalam mengembangkan 3 Pilar Hotel Meruorah (Integrity, Collaboration, Innovation) dengan melakukan sinergy dan kolaborasi dengan hotel hotel dibawah Injourney Hospitality untuk bersama menciptakan inovasi berkelanjutan yang dapat berkontribusi bagi negeri dalam peningkatan pariwisata dan ekonomi.

Rudy menambahkan bahwa selama lima tahun terakhir Meruorah telah menunjukkan eksistensi dan kapasitasnya di industri pariwisata nasional maupun global.

Menurutnya, keberhasilan menyelenggarakan Komodo Waterfront Festival secara konsisten menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian budaya dan pengembangan destinasi wisata Flores.

“Selama 5 tahun terakhir hingga hari ini, Meruorah secara konsisten telah membuktikan kapabilitasnya dan eksistensinya di Industri Pariwisata Nasional maupun Global,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan Meruorah Komodo, mempertahankan pelaksanaan Komodo Waterfront Festival (KWF) secara berturut-turut merupakan bukti nyata kepedulian kami dalam mendukung kelestarian seni dan budaya Flores.

“Pencapaian ini, didukung dengan berbagai penghargaan Prestisius Tingkat Nasional hingga Internasional yang berhasil diraih Meruorah, akan menjadi modal berharga bagi kami,” ujarnya.

“Melalui pilar Collaboration yang hari ini kita perkuat bersama InJourney Hospitality dan IFPRO, serta dorongan Innovation yang terus kami pacu, kami siap membawa standar hospitalitas Labuan Bajo ke level yang jauh lebih tinggi dengan tetap menjaga Integrity sebagai nilai utama kami.” tambahnya.

Melalui penyatuan visi yang ditegaskan dalam Town Hall 2026, Meruorah Komodo Labuan Bajo bersama InJourney Hospitality optimistis mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan, memperkuat kualitas layanan, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Sinergi tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium kelas dunia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui industri pariwisata yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.**