LABUANBAJOVOICE.COM – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam agenda tersebut, ia didampingi Duta Besar (Dubes) Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, guna meninjau kawasan transmigrasi yang dinilai memiliki potensi pengembangan investasi dan pemberdayaan masyarakat.

Rombongan memulai kunjungan di SDI Nanganae, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Transmigrasi di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop dan UKM) Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda.

Kepala Dinas Nakertrans Manggarai Barat, Fatinci, menjelaskan bahwa agenda di SDI Nanganae difokuskan pada peninjauan hasil pembangunan fasilitas sanitasi berupa toilet yang dibangun pada Tahun Anggaran 2025.

Selain itu, pemerintah juga ingin menunjukkan perhatian terhadap sektor pendidikan di kawasan transmigrasi yang selama ini menjadi salah satu pilar penting pembangunan masyarakat.

“Di SDI Nanganae, Bapak Menteri bersama rombongan meninjau hasil pembangunan toilet Tahun Anggaran 2025 sekaligus memberikan perhatian kepada pendidikan masyarakat di kawasan transmigrasi,” kata Fatinci kepada wartawan di Labuan Bajo, Rabu.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Transmigrasi juga menyerahkan bantuan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di wilayah transmigrasi.

Usai meninjau sekolah, rombongan bergerak menuju kawasan HPL Transmigrasi di Desa Macang Tanggar. Lokasi tersebut menjadi fokus utama kunjungan karena dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan produktif berbasis investasi.

Menurut Fatinci, kehadiran Duta Besar Tiongkok dalam kunjungan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai potensi kawasan transmigrasi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama investasi.

“Kunjungan singkat ke kawasan HPL Transmigrasi difokuskan untuk memberikan visual secara langsung kepada Duta Besar Tiongkok terkait potensi investasi dan pengembangan kawasan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah memaparkan potensi lahan sekitar 50 hektare yang berada dalam kawasan HPL dan berpeluang dikembangkan untuk berbagai sektor ekonomi produktif.

Selain pemaparan potensi lahan, rombongan juga menerima penjelasan mengenai status Sertifikat Hak Milik (SHM) para transmigran serta perkembangan proses pelepasan sebagian kawasan HPL yang sedang berlangsung.

Agenda tersebut ditutup dengan dokumentasi lapangan dan peninjauan singkat sejumlah titik strategis di kawasan transmigrasi.

Rangkaian kegiatan Menteri Transmigrasi di Manggarai Barat masih akan berlanjut pada Kamis, 4 Juni 2026.

Pemerintah dijadwalkan menyalurkan bantuan sosial kepada 200 kepala keluarga (KK) yang berada di Desa Macang Tanggar.

Bantuan yang akan disalurkan berupa beras 10 kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Data penerima bantuan berasal dari masyarakat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kelompok desil 1 hingga desil 4, yang merupakan kelompok prioritas penerima bantuan pemerintah.

Penyaluran bantuan akan dipusatkan di Kantor Desa Macang Tanggar agar proses distribusi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Fatinci berharap kunjungan Menteri Transmigrasi bersama Duta Besar Tiongkok dapat membuka peluang baru bagi percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di Manggarai Barat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat melalui investasi dan pengembangan ekonomi berbasis kawasan.**