LABUANBAJOVOICE.COM – PSSI Manggarai Barat memastikan akan memberikan sanksi tegas terhadap Novri, pelatih Komodo United, yang diduga melakukan pemukulan terhadap wasit utama Fred dalam pertandingan PSSI Cup II Manggarai Barat.
Insiden tersebut terjadi ketika Komodo United menghadapi Black Crown dalam pertandingan delapan besar di Stadion Flobamora, Labuan Bajo, Jumat (4/9/2026).
Ketua PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu mengatakan organisasi telah membahas kejadian tersebut bersama jajaran pengurus. Selain sanksi terhadap klub, pihaknya juga akan memberikan hukuman terhadap pelatih yang terlibat.
“Begitu juga dengan Adik Nofri ini, lisensi kepelatihannya kita cabut, kita memberi sanksi itu, dan nanti kita sampaikan ke Komisi Disiplin supaya oknum ini tidak memimpin atau membawa tim lagi ke depannya,” kata Yono.
Menurut Yono, keputusan tersebut merupakan bentuk penegakan kode etik dalam sepak bola.
Kekerasan terhadap wasit, kata dia, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kompetisi.
Yono juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama pihak terkait melihat langsung kondisi Fred setelah insiden tersebut.
Ia menyebut kondisi fisik wasit mengalami perubahan setelah pemukulan dan membutuhkan penanganan medis.
“Karena memang kalau kita lihat kondisi dari Adik Fred ini semenjak terjadi pemukulan kemarin itu, kondisi fisiknya itu sudah tidak seperti semula lagi,” ujarnya.
Yono bahkan mengaku ikut membantu Fred ketika hendak dievakuasi.
“Begitu insiden pemukulan ini langsung bengkak, dan saya sendiri yang bopong dia ke mobil ambulans,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Yono menyatakan PSSI Manggarai Barat mendukung langkah membawa perkara tersebut ke ranah hukum.
“Kami juga mendorong dan setuju, dan bersama-sama dengan pihak keluarga juga tadi malam mendukung untuk membawa tindakan pemukulan ini ke ranah hukum,” tegasnya.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut hasil pertandingan. Kekerasan terhadap wasit dinilai telah menyentuh aspek keselamatan manusia dan marwah olahraga.
Yono mengatakan wasit merupakan bagian penting dari sepak bola dan berada dalam naungan organisasi yang sama.
“Wasit ini ada di bawah naungan PSSI juga. Jadi teman-teman wasit ini tidak jauh beda dengan kami yang ada di pengurus PSSI ini,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak melihat kekerasan sebagai bagian dari dinamika pertandingan.
Ia berharap sanksi organisasi maupun proses hukum yang ditempuh dapat menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Ini tidak pernah kita inginkan bersama ini, kejadian ini. Siapapun. Bahwasanya sepak bola itu, itu menghibur kita semua yang hadir menyaksikan, menonton pertandingan PSSI ini. Dan di mana-mana itu sepak bola itu membawa damai,” tuturnya.**





Tinggalkan Balasan